Utusan Presiden Prabowo Temui Habib Rizieq di Petamburan, Perkuat Sinergi Ulama dan Umaro Menjaga NKRI

 

Sabtu, 7 Maret 2026

Faktakini.info, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengutus sejumlah pejabat tinggi negara untuk bersilaturahmi sekaligus meminta pandangan dari ulama kharismatik, Imam Besar Habib Rizieq Syihab, di kediamannya di Petamburan, Jakarta, pada Sabtu pagi (7/3/2026).

Rombongan utusan Presiden tersebut terdiri dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Habib Rizieq di kediamannya. Dalam pertemuan tersebut, Imam Besar didampingi oleh sejumlah tokoh, di antaranya Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas, Habib Ali bin Abubakar Alatas Sekretaris Umum dan Habib Ali bin Alwi Alatas selaku Bendahara Umum DPP FPI, serta pengacara Aziz Yanuar.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi antara pemerintah dan para ulama. Dalam kesempatan tersebut, para utusan Presiden menyampaikan berbagai pesan dari Presiden serta meminta pandangan dan masukan dari Habib Rizieq terkait kondisi bangsa dan umat.

Habib Hanif menyampaikan bahwa Menteri Sekretaris Negara membawa pesan langsung dari Presiden untuk disampaikan kepada Habib Rizieq.

“Mensesneg banyak membawa pesan dari Presiden dan meminta berbagai masukan dari Habib Rizieq,” ujar Habib Hanif kepada Faktakini.info.

Pertemuan ini juga menegaskan komitmen bersama antara ulama, habaib, dan umaro (pemerintah) untuk terus menjaga persatuan bangsa, memperkuat ukhuwah, serta bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik.

Sinergi antara ulama dan pemerintah dinilai menjadi pilar penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus memastikan pembangunan bangsa berjalan dengan nilai-nilai moral, keadilan, dan persatuan.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah positif dalam memperkuat kerja sama antara tokoh umat dan pemerintah demi masa depan Indonesia yang lebih aman, damai, dan bermartabat.