Ahmad Ali Sebut Gibran Potensial Jadi Kompetitor Kuat dan Lawan Prabowo di Pilpres 2029
Sabtu, 24 Januari 2026
Faktakini.info, Jakarta - Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, dalam Podcast Gaspol terbaru (22 Januari 2026) menyatakan bahwa Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka berpotensi menjadi salah satu kompetitor kuat dan lawan Prabowo Subianto dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2029. Pernyataan ini memicu perbincangan luas di kalangan pengamat politik dan publik tentang arah peta politik nasional menjelang pemilu berikutnya.
Menurut Ahmad Ali, figur Gibran saat ini dipandang sebagai tokoh yang mampu menarik perhatian pemilih, bahkan di luar basis pendukung tradisionalnya. Posisi strategisnya sebagai Wakil Presiden dinilai memberi keuntungan politik tersendiri menjelang kontestasi 2029.
Namun, seiring munculnya wacana tersebut, banyak pihak mengingat kembali perjalanan karier politik Gibran yang tidak tradisional: pendidikannya dipertanyakan publik—dengan sejumlah tudingan soal ijazah dan latar akademisnya yang tidak mulus, dibanding pesaing lain di level nasional.
Meski demikian, Gibran telah membuktikan bahwa kekhawatiran soal latar pendidikannya tidak menjadi penghalang signifikan dalam kiprah politiknya. Ia terpilih sebagai Walikota Surakarta dan kemudian terpilih sebagai Wakil Presiden RI periode 2024–2029 bersama Presiden Prabowo Subianto, yang menunjukkan bahwa dukungan kuat dari figur senior seperti mantan Presiden Joko Widodo—ayah kandungnya—telah berperan penting dalam karier politiknya.
Kritik terhadap Gibran kerap mencuat sepanjang karier politiknya, termasuk soal politik dinasti dan kurangnya pengalaman politik tradisional. Namun, para pengamat menilai bahwa dukungan kuat dari Jokowi—yang tetap memiliki pengaruh signifikan dalam dinamika politik Indonesia meskipun tidak lagi menjabat presiden—telah menjadi salah satu faktor penting dalam menguatnya posisi Gibran di panggung nasional.
Hal ini menunjukkan bahwa selain aspek kapabilitas, modal dukungan keluarga dan jaringan politik turut menentukan dinamika elite politik di Indonesia.
Sejauh ini, PSI sendiri belum mengusung kandidat resmi, namun pernyataan Ahmad Ali menggambarkan bahwa sejumlah aktor politik sudah mulai membuka perhitungan dan strategi jelang pemilu lima tahun mendatang.
Sumber: kompas.com dan lainnya
