Jadi Saksi Sidang CLS, Oegroseno: Pas Foto Ijazah Beda dengan Asli, Tak Pernah Saya Lihat Jokowi Pakai Kacamata

 


Selasa, 13 Januari 2026

Faktakini.info, Jakarta - Mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol (Purn) Oegroseno hadir sebagai saksi dalam sidang Citizen Lawsuit (CLS) terkait dugaan ijazah palsu Mantan Presiden Jokowi di Pengadilan Negeri Surakarta, Selasa (13/1/2026). 

Dalam persidangan, Oegroseno menyoroti perbedaan mencolok antara wajah dalam pas foto ijazah Jokowi dengan penampilan asli ketika bertemu dengannya.

Oegroseno menyatakan bahwa foto dalam ijazah dalam unggahan Kader PSI Dian Sandi Utama tersebut sangat berbeda dengan Jokowi, mulai dari telinga hingga mata.

“Beda jauh. Saya ketika ketemu Pak Jokowi saya pernah berhadapan dekat. Ketika foto kok beda. Saya lihat foto waktu SD mirip saya ini. SMP mirip, SMA lebih mirip lagi. Nggak ada kemiripan sama sekali,” ungkapnya saat ditemui awak media.

Sosok yang menjabat sebagai Wakapolri pada 2013 hingga 2014 ini menambahkan, perbedaan itu juga ia temukan saat bertemu langsung Jokowi pada Februari 2025, ketika Jokowi masih menjabat sebagai presiden.

“Foto ini dengan yang asli pernah kita lihat kok berbeda. Itu yang sangat menonjol bagi kita di situ. Bulan Februari Tahun 2015,” tuturnya.

Menurut Oegroseno, ketidakmiripan semakin terlihat karena Jokowi mengenakan kacamata dalam pas foto ijazah, sesuatu yang jarang ia lakukan.

Ia juga menyoroti bentuk gigi, telinga, dan mata sebagai perbedaan yang jelas.

“Beda jauh. Bukan beda tipis beda jauh. Misalnya saya nggak pernah lihat Pak Jokowi pakai kacamata. Kemudian bentuk gigi, bisa lihat seperti itu. Di gambar telinga, mata, banyak perbedaan. Panca indera bisa kita lihat,” jelas Oegroseno.

Selain foto, Oegroseno juga menyoroti perbedaan materai pada ijazah Jokowi dibandingkan dengan ijazah almarhum Bambang Rudy Harto, seorang alumni Fakultas Kehutanan UGM yang lulus pada tahun yang sama, 1985.

Jokowi menggunakan materai Rp 100, sedangkan Bambang menggunakan materai Rp 500. Ijazah Bambang dihadirkan oleh adiknya, Rudjito.

“Materainya beda juga. Tahun 1985 da materai 500 ada materai 100. Yang benar yang mana. Penyidik harus jeli,” tutur Oegroseno.

Oegroseno juga menanggapi pernyataan Bareskrim Polri yang menyebut ijazah Jokowi identik dengan ijazah pembanding lainnya.

Sumber: tribunnews.com



Menurutnya, istilah “identik” tidak tepat digunakan untuk dokumen seperti ijazah.


“Otentik itu kan sesuai dengan aslinya. Dokumen seperti ijazah, sertifikat, itu tidak ada yang identik. Identik itu tanda tangan,” jelasnya.