Haplogroup DNA Bangsa Arab Beragam Bukan Cuma J1, Tapi Banyak Juga E, G, R, T dan lainnya
Senin, 19 Januari 2026
Faktakini.info, Jakarta - Berbeda demgan framing yang kerap disebar oleh Sugeng praktisi ikan nila dan sekte Imad pembenci Habaib, ternyata bangsa Arab tidak hanya memiliki DNA haplogroup J1, tapi juga banyak yang E, G dan lainnya.
Ini poin penting yang sering disalahpahami.
1. J1 memang dominan, tapi bukan satu-satunya
Haplogroup Y-DNA J1 (terutama J1-P58) memang:
Sangat dominan di Jazirah Arab
Sering dikaitkan dengan Arab Qahtani & Adnani
Tinggi di Saudi, Yaman, Qatar, UEA
Namun Arab ≠ J1 saja.
2. Haplogroup Y-DNA lain yang juga Arab
Berikut haplogroup yang jelas ditemukan luas pada orang Arab asli, baik historis maupun modern:
🔹 J2
Banyak pada Arab Hijaz, Syam, Irak
Umum di kalangan ulama Quraisy, kota tua (Makkah–Madinah)
J2 bukan non-Arab, tapi Arab perkotaan & pedagang
🔹 E1b1b
Ada pada Arab Yaman selatan, Hijaz barat
Juga ada pada sebagian keturunan sahabat
Sudah ada di Arab pra-Islam
🔹 R1a
Ditemukan pada Arab Najd & Irak
Terkait Arab Utara yang berinteraksi dengan Persia & Syam
🔹 T (T-M70)
Minor tapi asli Timur Tengah
Ada pada Arab Yaman & Hadramaut
🔹 G
Minor, tapi ada pada Arab Hijaz & Syam
3. Arab ditentukan oleh bahasa & budaya, bukan DNA
Secara ilmiah & sejarah:
Arab = etno-linguistik, bukan ras biologis tunggal
Seseorang bisa Arab murni secara budaya & nasab, tapi haplogroup berbeda
Buktinya:
Suku Arab kuno sebelum Islam tidak satu DNA
Perdagangan & migrasi Arab sudah terjadi ribuan tahun
4. Bagaimana dengan Quraisy & Ahlul Bait?
Penelitian DNA modern menunjukkan:
Quraisy ≠ satu haplogroup
Ahlul Bait tidak homogen
Ada J1, J2, E, bahkan G
Ini tidak merusak nasab, karena:
Nasab dicatat sejarah & syajarah, bukan DNA
Adopsi sosial, pernikahan, dan bottleneck genetik itu nyata
5. Kesimpulan tegas
❌ Salah: “Arab itu DNA-nya hanya J1”
✅ Benar:
J1 = dominan
Tapi Arab = multi-haplogroup
DNA tidak menentukan ke-Arab-an atau kemuliaan nasab
