DNA JADI SENJATA MAKAN TUAN. KOAR-KOAR J1 CUCU RASUL BERAKHIR MALU: HASIL KELUAR, SEMUANYA O!
Selasa, 20 Januari 2026
Faktakini.info
DNA JADI SENJATA MAKAN TUAN
KOAR-KOAR J1 CUCU RASUL BERAKHIR MALU: HASIL KELUAR, SEMUANYA O!
Ini bukan lagi debat ilmiah. Ini skandal klaim nasab.
Narasi “J1 = cucu Rasulullah SAW” yang selama bertahun-tahun diteriakkan tokoh-tokoh NAAT dan PWI-LS kini mati mengenaskan, dipukul telak oleh hasil DNA mereka sendiri.
Sebelum tes dilakukan, mereka berteriak paling keras.
Nada menantang. Nada merendahkan. Nada menghakimi.
“Kalau bukan J1, bukan cucu Rasul.”
“Ba‘alawi pasti palsu.”
“DNA itu bukti ilmiah mutlak.”
Nama Ilzamuddin Sholeh dan Imaduddin bin Sarmana bin Arsa cs berada di barisan paling depan.
Mereka menjadikan DNA sebagai alat gebuk, bukan alat ilmu.
Dan kini?
DNA itu berbalik menghantam wajah mereka sendiri.
HASIL RESMI KELUAR:
TIDAK ADA J1. NOL. NIHIL. KOSONG.
Bukan rumor.
Bukan bocoran.
Data terbuka, bisa dicek siapa saja di FamilyTreeDNA.
Empat tokoh NAAT. Empat tes.
Empat-empatnya haplogroup O.
🔴 Ilzamuddin Sholeh
Kit: IN118919
Haplogroup: O-F18918
🔴 KH Muzakki Syah (Jember)
Kit: MI74929
Haplogroup: O-F23278
🔴 Hasan Maliki bin Syaiful Islam (Gus Alex Genggong)
Kit: IN124896
Haplogroup: O-F23278
🔴 Abdul Hamid Mujib
Kit: MI74927
Haplogroup: O-Y242395
Kesimpulan telanjang:
👉 NOL J1
👉 SEMUA O
👉 Asia Timur–Asia Tenggara (China–Mongolia)
Pertanyaan brutalnya sederhana:
Di mana J1 yang dulu mereka janjikan sambil mengejek orang lain?
STANDAR LANGSUNG DIGANTI:
DARI “DNA PALING SAHIH” JADI “DNA TIDAK AKURAT”
Inilah bagian paling memalukan.
Saat yakin hasil akan menguntungkan:
DNA = bukti mutlak
DNA = sains
DNA = palu godam
Saat hasil menghancurkan klaim:
DNA = tidak akurat
DNA = jarak jauh
DNA = tidak bisa dipakai
Ini bukan koreksi ilmiah.
Ini manuver panik.
Publik pun bertanya:
👉 Kalau dari awal tidak akurat, mengapa dipakai untuk menuduh?
👉 Atau akurat hanya kalau menguntungkan?
BA‘ALAWI TENANG, KARENA TIDAK PERNAH BERMAIN DI LUMPUR INI
Di tengah kegaduhan, satu hal justru semakin terang.
Nasab Ba‘alawi yang shahih:
sudah diakui seluruh ahli nasab mu‘tabar,
disahkan oleh Naqobah Asyraf internasional,
berdiri di atas sanad tertulis, ijazah ulama, dan verifikasi lintas abad.
Bukan hasil eksperimen YouTube.
Bukan hasil DNA populer jarak jauh.
Dan karena itu pula: ➡️ SELURUH NAQOBAH ASYRAF MENGHARAMKAN TES DNA JARAK JAUH UNTUK NASAB.
Bukan karena takut.
Tapi karena MEMANG TIDAK SAHIH UNTUK TUJUAN ITU.
Ironinya?
NAAT melanggar larangan itu —
dan justru terbakar oleh hasilnya sendiri.
BUKAN KASUS TUNGGAL: POLA “BEGAL NASAB”
Empat nama ini bukan pengecualian.
Tokoh-tokoh sekte Imad dan PWI-LS, termasuk Sugeng Sugiharto memiliki DNA haplogroup O (China–Mongolia).
Namun klaim terus meloncat:
Walisongo
Arab
bahkan Rasulullah SAW
Tanpa pengakuan ahli nasab.
Tanpa sanad.
Tanpa naqobah.
Yang ada hanya narasi keras, data nol.
Para pengkritik menyebut ini apa adanya:
BEGAL NASAB.
Mengambil kemuliaan dengan teriakan,
kehilangan kehormatan saat diuji.
AKHIRNYA TERBUKA:
INI BUKAN SOAL ILMU — INI SOAL AGENDA
Kalau DNA benar-benar ilmu,
standarnya tidak boleh berubah karena hasil.
Kalau klaim nasab itu amanah,
tidak boleh dibangun di atas kebohongan yang mudah dibongkar.
Hari ini publik melihat dengan jelas:
Siapa yang konsisten
Siapa yang memanipulasi
Dan siapa yang memakan senjata sendiri
Koar-koar selesai.
Data bicara.
Topeng jatuh.
