Puluhan Ribu Syekhermania dan Umat Islam Padati Pringsewu Bersholawat, Habib Syech Pimpin Lantunan Sholawat

 


Ahad, 25 Oktober 2026

Faktakini.info, Jakarta - Puluhan ribu Syekhermania dan umat Islam dari berbagai penjuru Provinsi Lampung memadati Lapangan Pemkab Pringsewu, Jumat (23/10/2026) malam. Mereka antusias mengikuti lantunan shalawat bersama Al-Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dalam acara Pringsewu Bershalawat, yang menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Santri 2026 di Kabupaten Pringsewu.

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh semangat religius ini menghadirkan Al-Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, pengasuh Majelis Dzikir, Taklim dan Shalawat Ahbaabul Musthofa, Solo. Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani sebagai bagian dari peringatan Hari Santri di Bumi Jejama Secancanan.

Puluhan ribu jamaah, mulai dari Syekhermania, santri, hingga masyarakat umum, larut dalam lantunan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus memanjatkan doa untuk keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bangsa Indonesia.

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas dalam sambutannya mengatakan, Pringsewu Bershalawat merupakan puncak peringatan Hari Santri 2026 di Kabupaten Pringsewu.

Ia mengingatkan bahwa Hari Santri tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya Resolusi Jihad yang diserukan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945.

Semangat tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa kecintaan terhadap tanah air dan pengabdian kepada bangsa merupakan bagian penting dari kehidupan santri dan umat Islam.

“Tema Hari Santri tahun ini adalah ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’. Pada 2045, Indonesia akan genap berusia 100 tahun. Kita bercita-cita menjadi negara maju dan makmur tepat pada usia satu abad,” ujarnya.

Riyanto mengatakan, generasi santri, anak-anak, dan para pemuda yang hadir malam itu berpeluang menjadi bagian penting dari kepemimpinan Indonesia pada 2045 mendatang.

Namun, menurutnya, pertanyaan terpenting bukan sekadar siapa yang kelak memimpin Indonesia, melainkan siapa guru yang mendidik mereka hari ini.

Sebab, sejarah bangsa Indonesia juga merupakan sejarah panjang hubungan guru dan murid yang melahirkan tokoh-tokoh besar.

Ia mencontohkan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, ulama asal Minangkabau yang menjadi imam dan khatib di Masjidil Haram. Di antara murid-muridnya terdapat KH. Hasyim Asy'ari dan KH. Ahmad Dahlan, yang kelak mendirikan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

“Satu guru melahirkan dua jalan besar yang hingga kini menjaga umat. Begitu pun di Surabaya, HOS Tjokroaminoto membuka rumahnya bagi anak-anak muda yang indekos, salah satunya Soekarno. Sementara Buya Hamka muda juga pernah menimba ilmu darinya,” tuturnya.

Bupati juga menyinggung peran KH. Hasyim Asy'ari dalam melahirkan generasi penerus perjuangan bangsa, termasuk putranya, KH. Wahid Hasyim, yang berperan dalam perumusan dasar negara.

Menurut Riyanto, ada satu hal yang kerap terlupakan, yakni bahwa setiap tokoh besar memiliki guru yang membimbing perjalanan hidupnya.

“Dan hampir tidak ada seorang pun guru yang akan tahu bahwa muridnya kelak akan menjadi tokoh besar,” katanya.

Ia berharap momentum Hari Santri menjadi pengingat bagi para pendidik, ustaz, kiai, dan seluruh masyarakat untuk terus menanamkan ilmu, akhlak, serta semangat pengabdian kepada generasi muda.

Riyanto juga berharap kebaikan dan keberkahan senantiasa menyertai para guru, ulama, dan seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Kabupaten Pringsewu.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang turut hadir menyampaikan harapannya agar Kabupaten Pringsewu semakin maju dan berkembang.

Ia menyebut banyak kalangan santri di Lampung yang kini menduduki posisi penting dalam pemerintahan dan lembaga perwakilan rakyat, di antaranya Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela serta Ketua DPRD Provinsi Lampung.

Menurutnya, keberadaan pemimpin berlatar belakang santri menjadi salah satu bukti kontribusi pesantren dalam pembangunan daerah.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk mensyukuri kondisi Lampung yang tetap aman dan tenteram serta menjaga kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Pada malam hari ini kita juga patut bersyukur bahwa hingga hari ini Allah SWT masih melindungi daerah kita, Provinsi Lampung, serta hidup rukun tanpa perpecahan. Mari bersama-sama mendoakan para pemimpin kita agar senantiasa sehat. Kita doakan Bapak Presiden agar selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Indonesia menjadi lebih baik ke depan,” ucapnya.

Acara Pringsewu Bershalawat turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Dr. Marindo Kurniawan beserta jajaran Pemprov Lampung, unsur DPRD dan Forkopimda Provinsi Lampung, Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Ir. M. Andi Purwanto beserta jajaran Pemkab Pringsewu, unsur DPRD dan Forkopimda, serta sejumlah instansi vertikal.

Hadir pula Al-Habib Ali bin Abdurrahman bin Muhammad Ali Al-Habsy dari Kwitang, Jakarta Pusat; Al-Habib Hasan bin Abdul Qodir Alatas dari Empang, Bogor; Al-Habib Abdullah bin Hasan bin Muhammad bin Tohir Al-Haddad dari Tegal, Jawa Tengah; mantan Bupati Pringsewu sekaligus tokoh masyarakat dan ulama KH. Sujadi Saddat; Ketua MUI, jajaran NU, organisasi kemasyarakatan Islam, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Melalui Pringsewu Bershalawat, peringatan Hari Santri 2026 tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya ribuan jamaah, tetapi juga momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meneguhkan peran santri dalam menjaga persatuan dan membangun masa depan bangsa.

(Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara)

Sumber: "Pemkab Pringsewu"