Jusuf Kalla Kembali Desak Jokowi Tunjukkan Ijazah Aslinya
Senin, 26 Oktober 2026
Faktakini.info, Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) kembali meminta Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk menujukkan ijazah aslinya.
JK menegaskan bahwa sikapnya itu tidak dimaksudkan untuk menyerang, melainkan justru membela mantan presiden tersebut.
Hal itu disampaikan JK saat berbincang dengan mantan Juru Bicara Presiden era Jokowi, Johan Budi, dalam podcast The Johan Budi Podcast yang tayang pada 24 Oktober 2026.
Dalam perbincangan tersebut, JK mengungkapkan bahwa hubungannya dengan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dan Presiden Prabowo Subianto, masih terjalin baik. Namun, ia mengakui hubungannya dengan Jokowi sempat mengalami kerenggangan di tengah polemik ijazah.
JK menyebut dirinya meyakini ijazah Jokowi asli. Karena itu, menurut dia, keterbukaan dengan memperlihatkan dokumen fisik ijazah justru dapat menjadi jalan untuk mengakhiri polemik yang terus bergulir.
“Apa yang salah dengan statement saya? Saya justru membela Jokowi sebenarnya,” ujar JK.
Ia juga membantah pandangan pakar telematika Roy Suryo yang menyebut ijazah tersebut palsu.
“Kalau Roy Suryo mengatakan bahwa palsu, saya mengatakan tidak,” tegasnya.
Bagi JK, persoalan tersebut semestinya tidak perlu berlarut-larut. Ia berpandangan, penunjukan dokumen yang dipersoalkan dapat membantu menjawab keraguan dan meredakan perdebatan di tengah masyarakat.
Saat Johan Budi menyinggung alasan dari pihak Jokowi bahwa media sosial dipenuhi hoaks, JK kembali menyoroti pentingnya keterbukaan dokumen sebagai bagian dari penyelesaian polemik.
Persoalan ini juga menyeret JK ke dalam tuduhan lain. Ia dituding memberikan dana Rp 5 miliar kepada Roy Suryo dan sejumlah pihak yang mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi.
JK membantah keras tuduhan tersebut. Ia mengaku geram dan memilih membawa persoalan itu ke jalur hukum. Melalui kuasa hukumnya, JK melaporkan Rismon Hasiholan Sianipar ke Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik.
“Menuduh saya macam-macam. Saya marah juga, sehingga saya adukan ke polisi,” kata JK.
Sebelum menempuh langkah hukum, JK juga telah membantah kabar mengenai dugaan pendanaan tersebut saat memberikan keterangan di kediamannya. Ia menegaskan tidak pernah membiayai pihak mana pun untuk mempersoalkan ijazah Jokowi.
JK turut menyatakan tidak mengenal Rismon secara pribadi. Sementara itu, hubungannya dengan Roy Suryo, menurut JK, sebatas hubungan profesional ketika Roy pernah menjabat sebagai menteri di kabinetnya.
