Aloysius Hartono Desak Gibran Mundur atau Dimakzulkan
Senin, 26 Oktober 2026
Faktakini.info
Beredar tulisan terbaru Aloysius Hartono, aktivis Katolik yang tulisannya sering dimuat di sejumlah media online. Beliau mendesak Gibran mundur atau dimakzulkan.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Saya, Aloysius Hartono, saudaramu dalam kasih kembali hadir dan menyapa anda semua sahabat-sahabat saya. Semoga kita semua sehat dan diberkati Tuhan.
Kali ini saya ingin menyuarakan pendapat saya atas perbuatan curang Gibran Rakabuming Raka demi untuk menjadi Wakil Presiden RI, yang ternyata tidak memiliki ijazah SMA atau yang setara, sesuai keputusan sidang Mahkamah Konstitusi.
Ini bukan manipulasi pertama yang dilakukan Gibran dan instrumen kekuasaan kaki tangan Jokowi yang saat itu menjadi Presiden.
Sebelumnya, Gibran diselundupkan supaya bisa maju menjadi cawapres oleh paman Usman melalui Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023: Aturan ini menambah klausul bahwa seseorang yang belum berusia 40 tahun tetap bisa maju asalkan pernah atau sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui Pemilu. Sehingga Gibran (saat itu Wali Kota Solo) memenuhi syarat.
Dan kini, ternyata Gibran juga terbukti tidak memenuhi persyararatan administratif terkait ijazah SMA atau yang setara.
Dalam persidangan, terungkap fakta dari pihak kementerian (Kemendikdasmen) bahwa dokumen yang diterima dari UTS Insearch terkait pendidikan Gibran hanyalah berupa Certificate of Attendance (sertifikat buktiy kehadiran), bukan ijazah (diploma) atau sertifikat kelulusan (award certificate/completion).
Dokumen tersebut hanya menerangkan bahwa yang bersangkutan hadir mengikuti program pendidikan, namun tidak menunjukkan status tamat atau lulus. Jadi Gibran tidak lulus dari program di UTS Insearch tersebut.
Kecurangan demi kecurangan ini tidak boleh dibiarkan. Saya menegaskan Gibran harus mundur, atau jika dia tetap haus kekuasaan dan menolak mundur, harus dipaksa mundur oleh MPR.
Kita semua harus terus menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk kecurangan. Mari kita semua apapun suku, agama dan latar belakangnya berjuang bersama-sama sampai Gibran dimakzulkan.
Nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab menjadi pedoman penting bagi umat Kristiani dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam perspektif ajaran Kristen, segala bentuk manipulasi, penipuan, dan tindakan tidak jujur, termasuk oleh Gibran dan seluruh pendukungnya, bertentangan dengan prinsip kebenaran yang diajarkan dalam Alkitab.
Kejujuran harus menjadi Standar bagi semua orang. Nilai-nilai tersebut relevan diterapkan kepada siapa pun, termasuk pejabat publik, pemimpin politik, tokoh masyarakat, maupun warga biasa. Tidak boleh ada standar ganda dalam menilai kejujuran hanya karena seseorang memiliki jabatan, pengaruh, atau dukungan politik yang besar.
Tindakan kecurangan Gibran ini harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku yaitu Gibran harus mundur atau dimakzulkan dari jabatan wakil presiden.
Kejujuran dan keadilan harus berjalan beriringan: kecurangan tidak boleh dibenarkan.
Aloysius Hartono
Sabtu, 17 Oktober 2026
