Mbah Moen Sudah Lama Prediksi Nasab Habaib akan dibegal dan diadu diomba dengan Kyai

 

Senin, 7 September 2026

Faktakini.info

Dari FP: LP. Muhadloroh PP. Al-Anwar 

Prediksi Mbah Moen atas Peristiwa Besar “Pembegalan Nasab” Hari Ini dan Pesan di Baliknya 

Mbah Moen pernah dawuh:

 “Mus, sok bakale ana adu domba Kiai karo Habib. Kowe ojo melu-melu.”

“Mus, nanti akan ada upaya mengadu domba antara para Kiai dan para Habib. Kamu jangan ikut-ikutan.”

Demikian pesan Hadratussyaikh KH. Maimoen Zubair kepada menantunya, KH. Musthofa Aqil Sirodj, yang disampaikan bertahun-tahun sebelum munculnya polemik terkait nasab Ba'alawi.

Jika melihat polemik yang berkembang hari ini, dawuh tersebut seakan memiliki relevansi yang begitu kuat. Mbah Moen seolah telah mengingatkan tentang kemungkinan munculnya sebuah persoalan besar sekaligus memberikan pesan bagaimana sikap yang seharusnya diambil ketika menghadapinya.

Sebagai sosok ulama yang dikenal memiliki kedalaman ilmu, ketajaman pandangan, dan karamah yang diakui banyak orang, dawuh beliau patut menjadi bahan renungan. Namun, yang terpenting bukan sekadar mengaitkannya dengan sebuah peristiwa, melainkan menangkap pesan yang terkandung di dalamnya.

Meskipun pesan tersebut secara khusus ditujukan kepada KH. Musthofa Aqil Sirodj, kandungannya memiliki makna yang lebih luas. Pesan itu menunjukkan kewaspadaan Mbah Moen terhadap kemungkinan munculnya adu domba antara kalangan Kiai dan Habib yang pada akhirnya dapat menyeret umat kepada perpecahan.

Dalam konteks polemik yang kemudian berkembang, dawuh tersebut kembali relevan untuk direnungkan. Terlebih ketika muncul berbagai pihak yang justru memperuncing perselisihan dan berpotensi memperlebar jarak antara kalangan Kiai dan Habib yang selama ini hidup berdampingan.

Perbedaan pendapat semestinya tetap berada dalam ruang ilmu, adab, dan sikap saling menghormati. Jangan sampai sebuah persoalan berubah menjadi kebencian, saling mencela, bahkan mempertentangkan umat satu dengan yang lainnya.

Sebab, bisa jadi persoalan yang awalnya berada di ranah ilmiah justru berubah menjadi pertarungan antarkelompok ketika umat kehilangan tabayun dan mudah terprovokasi.

Karena itu, pesan Mbah Moen bukan sekadar nasihat untuk seseorang. Ia juga menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak mudah terpancing, tidak ikut memperkeruh keadaan, dan tidak menjadi bagian dari adu domba.

Pada akhirnya, yang perlu kita jaga bukan hanya sikap dalam menyikapi perbedaan, tetapi juga persaudaraan umat. 

“Kowe ojo melu-melu.” (Jangan ikut-ikutan.)

Sebuah dawuh yang sederhana, tetapi mungkin justru menjadi pesan yang sangat penting untuk kita renungkan di tengah polemik besar hari ini.