HP Terbakar di KRL Rawa Buntu, Penumpang Panik Berhamburan: Ternyata Dipakai Hotspot dalam Tas
Sabtu, 19 September 2026
Faktakini.info, Jakarta - Penumpang Commuter Line relasi Rangkasbitung–Tanah Abang dibuat panik setelah kepulan asap tiba-tiba muncul dari salah satu gerbong di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Kamis (17/9/2026) pagi.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.49 WIB di rangkaian Commuter Line nomor 1641. Gerbong yang terdampak merupakan kereta khusus wanita di bagian depan rangkaian.
Video kejadian kemudian beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah penumpang berhamburan keluar dari gerbong setelah mengetahui adanya asap.
Bukan Kereta yang Terbakar
KAI Commuter memastikan kepulan asap tersebut bukan berasal dari sarana atau mesin KRL, melainkan dari perangkat elektronik milik penumpang.
Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan petugas keamanan yang berada di peron awalnya melihat sebuah tas penumpang mengeluarkan asap.
Penumpang tersebut kemudian melemparkan tas ke area peron. Petugas segera mengamankan tas tersebut sesuai prosedur.
Setelah diperiksa, petugas menemukan dua unit handphone dalam kondisi terbakar di dalam tas.
Petugas kemudian membantu penumpang keluar dari rangkaian dan mengimbau pengguna KRL lainnya agar tetap tenang serta tidak panik.
Salah Satu HP Digunakan untuk Hotspot
Dari keterangan penumpang kepada petugas, diketahui bahwa salah satu perangkat yang berada di dalam tas tersebut sedang digunakan sebagai hotspot internet untuk handphone lainnya.
KAI Commuter masih melakukan penanganan dan koordinasi terkait kejadian tersebut. Dari informasi yang disampaikan KAI, belum ada pernyataan bahwa penggunaan hotspot merupakan satu-satunya penyebab terbakarnya perangkat.
Yang diketahui, perangkat mengalami kondisi tidak normal hingga mengeluarkan asap dan akhirnya ditemukan dalam keadaan terbakar.
Penumpang Sempat Berteriak Kebakaran
Saksi mata bernama Eka Rizky Nuraeni menceritakan suasana sempat kacau ketika asap terlihat dari gerbong wanita.
Menurut Eka, sejumlah penumpang berteriak dan berlarian keluar dari gerbong. Bahkan ada penumpang yang awalnya hendak naik KRL justru ikut meninggalkan area tersebut karena mengira terjadi kebakaran.
Eka menyebut situasi sempat ramai dan terjadi kepanikan di peron. Kondisi kemudian berangsur kondusif setelah petugas menangani sumber asap.
Perjalanan KRL Sempat Terlambat 7 Menit
Insiden tersebut berdampak terhadap perjalanan Commuter Line nomor 1641. KAI Commuter menyebut perjalanan kereta mengalami keterlambatan sekitar tujuh menit.
Setelah petugas memastikan kondisi rangkaian aman, perjalanan kembali dilanjutkan.
KAI Commuter juga memastikan operasional kembali berjalan dan penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan penumpang.
KAI Ingatkan Penumpang Waspadai HP Panas
KAI Commuter mengimbau pengguna untuk selalu memperhatikan kondisi perangkat elektronik yang dibawa selama menggunakan transportasi umum.
Perangkat yang mengalami panas berlebihan, mengeluarkan asap, atau menunjukkan kondisi tidak normal sebaiknya segera diamankan dan dilaporkan kepada petugas.
Penumpang juga diminta tidak panik apabila menemukan kondisi serupa dan segera meminta bantuan petugas agar dapat ditangani sesuai prosedur.
Insiden di Rawa Buntu ini menjadi pengingat bahwa perangkat elektronik dengan baterai lithium-ion yang menunjukkan tanda-tanda tidak normal sebaiknya tidak dibiarkan terus digunakan atau disimpan begitu saja di dalam tas.
