Dr Hanifah: Imad Pake Tulisan Yasin Al-Kalidari Sayyid Palsu Iraq untuk Membatalkan Nasab Ba'alawi
Selasa, 29 September 2026
Dr Hanifah: Imad Pake Tulisan Yasin Al-Kalidari Sayyid Palsu Iraq untuk Membatalkan Nasab Ba'alawi
Nouri Arafat Shabarini (Dt Hanifah)
😂Akademisi Irak dijadikan sumber rujukan oleh Imaduddin bin Sarman untuk Membatalkan Nasab😂
Imaduddin bin Sarman kembali memperlihatkan kebodohan serta kejahilan nya ke publik Indonesia 😆
Yasin Al-Kalidari yang seorang akademisi dijadikan sumber rujukan referensi oleh Imad bin Sarman dalam hal kebencian nya terhadap Nasab Ba'Alawi dan Imad terus berusaha keras untuk menafikan membatalkan Nasab para Habaib dengan berbagai macam cara
Laki² bernama Yasin Al-Kalidari itu hanya lah seorang akademisi biasa yang sering dan telah cukup banyak menulis artikel, dia bukan seorang pakar dan ahli Nasab juga bukan ahli sejarah. Selama ini pandangan nya tersebut hanya sebatas dalam urusan politik. Tidak bisa seseorang yang bukan level nya tersebut di ambil argument nya dalam urusan Nasab. Semua ada aturan serta hukum yang berlaku termasuk soal Nasab, maka harus bagian nya lah seorang yang ahli/ pakar Nasab
Akademisi atau penulis seperti Yasin Al-Kalidari hanya seorang laki² yang aktif di bidang politik dan dia sering kali mengkritik orang lain atau kelompok lain nya yang bersebrangan dan bertolak belakang dengan politik nya Yasin Al-Kalidari di Irak, yang tidak sejalan dengan misi visi diri nya. Di Irak sendiri Yasin Al-Kalidari bukan lah siapa² (bukan orang yang berpengaruh) baik secara politik apa lagi agama dan sosial
Yasin Al-Kalidari itu di Irak dan di Teluk, dia sangat di kenal sebagai seorang Pendusta. Lantas Imaduddin bin Sarman telah mempercayai Yasin Al-Kalidari hingga mengambil argument dari nya sebagai sumber rujukan untuk menyerang membatalkan Nasab para Habaib (Ba'Alawi). Ini tentu sangat jelas kejahilan nya
Yasin Al-Kalidari pernah menyerang dan mengkritik keras seorang Ba'Alawi dari Lebanon, tapi diri nya itu sendiri justru mengaku² sebagai seorang keturunan Nabi Muhammad Rasulullah ﷺ dengan tujuan agar Yasin Al-Kalidari di Irak dan Teluk di hormati orang²
Yasin Al-Kalidari itu bukan siapa² , dia bukan seorang ahli dan bukan pakar Nasab. Hanya seorang akademisi dan politik di Irak yang kalau di militer itu memiliki jabatan yang paling sangat rendah (prada). Sekelas Yasin Al-Kalidari itu tidak lah bisa membatalkan Nasab Ba'Alawi yang telah jelas nyata mayoritas Ulama serta para ahli juga pakar sejarah dan Nasab menetapkan Shahih nya Nasab Ba'Alawi !
Imaduddin bin Sarman itu mengambil sumber rujukan dari orang yang salah dan sangat bodoh sekali, jahil yang tidak pernah ada hubungan nya sama sekali dengan Nasab juga tidak memiliki Ilmu Nasab, justru dijadikan referensi oleh Imad
Yasin Al-Kalidari pun bukan seorang Ulama, tidak ada yang istimewa dari diri nya. Imad selama ini selalu mengambil rujukan dari orang² jahil dan pendusta juga penipu, mengambil rujukan dari orang yang tidak jelas. Yasin Al-Kalidari mengaku² diri nya sebagai seorang keturunan Nabi Muhammad ﷺ dari klan Al-Kalidari di kalangan Syi'ah. Sedangkan kaum Syi'ah nya sendiri dari dulu hingga sekarang tidak pernah mengakui dan tak pernah menganggap Yasin Al-Kalidari itu keturunan dari klan Al-Kalidari (di kalangan Syi'ah itu sebagai dari Imam yang menjaga Makam Ali di kota Najaf, Irak)
Yasin Al-Kalidari selama ini mengaku² dari keturunan Shaleh Al-Syaikh Al-Sakara dari Samarra yang wilayah nya berada di Tepi Sungai Tigris, Irak. Yasin Al-Kalidari juga mengaku² sebagai keturunan dari Imam Reza (di kalangan kaum Syi'ah). Tidak pernah ada data valid dari Syi'ah sendiri mengenai Yasin Al-Kalidari tersebut !
Imaduddin bin Sarman justru mempercayai Yasin Al-Kalidari sebagai tokoh, akademisi dan seorang ahli pakar Nasab. Pada hal di Irak sendiri dia tidak lah di hargai dan tidak di hormati. Hanya saja dia banyak menulis buku, artikel dan sering kali mengkritik keras orang yang di anggap sebagai musuh atau lawan nya
Identitas Yasin Al-Kalidari saja di Irak tidak di akui 😆
justru Imad semata yang percaya atas kebohongan nya tersebut. Dan dia sendiri (Yasin Al-Kalidari) di Irak tidak pernah melakukan penelitian ilmiah metodologi untuk Nasab, dia juga selama ini tidak memahami mengenai Sejarah apa lagi Nasab Ba'Alawi😂
