[Video] Safari Dakwah Habib Hanif di Banten Disambut Meriah, Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Tabligh Akbar di Lima Lokasi

 

Sabtu, 29 Agustus 2026

Faktakini.info, Jakarta - Rangkaian safari dakwah Doktor Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas di lima lokasi wilayah Banten mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Lima agenda tabligh akbar yang digelar pada 27–29 Agustus 2026 berlangsung meriah dan dipadati puluhan ribu jamaah.

Rangkaian acara tersebut antara lain menghadirkan Habib Hanif dalam agenda Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, dengan tema keteladanan akhlak Rasulullah SAW untuk membangun generasi bangsa yang beradab.

Agenda pertama safari dakwah Habib Hanif itu digelar Kamis 27 Agustus 2026 pada Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Syekh Aliyudin, Kampung Sobong RT 002/RW 003, Desa Palurahan, Pandeglang, Banten pada ba'da isya'.

Setelah itu, masih di malam yang sama, Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pengajian Al Awwabiin Mushola At Taqwa di Kecamatan Menes, Pandeglang.

Kehadiran Habib Hanif di dua lokasi tersebut disambut sangat antusias oleh ribuan warga.

Esok harinya, Jum'at (28/8) Habib Hanif menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Tingkat Desa Mandalasari yang berlokasi di Terminal Mengger, Desa Mandalasari Kecamatan Kaduhejo Kabupaten Pandeglang pada ba'da isya' sampai selesai.

Selain Habib Hanif, sejumlah ulama dan dai juga tercantum sebagai pengisi acara, di antaranya KH Encep Muhaemin, Abuya Anom KH Asep Nafis Imron Bustomi, KH Ucu Ahmad Hafiz, serta sejumlah tokoh dan dai lainnya.

Pada Sabtu (29/8), menantu Imam Besar Habib Rizieq Syihab itu melanjutkan safari dakwahnya di dua lokasi.

Pertama menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kampung Garokgek, Desa Campaka, Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang mulai pukul 8 pagi.

Lalu ditutup dengan menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Pondok, Desa Pudar, Kecamatan Pamarayan, Serang, pada ba'da maghrib sampai selesai.

Kehadiran Habib Hanif di tiga lokasi tersebut juga dihadiri ribuan hingga puluhan ribu massa.

Isi ceramah Habib Hanif 

1. Rasulullah SAW, Manusia yang Paling Berjasa dalam Kehidupan Kita

Dalam ceramahnya di lima lokasi di Banten, Habib Hanif mengingatkan umat Islam agar tidak pernah melupakan jasa terbesar Rasulullah Muhammad SAW dalam kehidupan mereka.

Menurutnya, jika manusia mau menghitung seluruh jasa orang-orang yang berjasa dalam hidupnya—orang tua, guru, keluarga maupun orang lain—maka seluruh jasa tersebut tidak akan mampu menyamai jasa Rasulullah SAW kepada umatnya.

Rasulullah SAW telah membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya Islam, mengajarkan tauhid, menunjukkan jalan keselamatan dan memberikan teladan bagaimana menjalani kehidupan sesuai dengan keridhaan Allah SWT.

Karena itu, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan ucapan. Habib Hanif mengajak umat untuk membuktikan kecintaan tersebut dengan memperbanyak shalawat, mempelajari sirah Nabi, mengikuti sunnah dan akhlaknya serta membela kehormatan Rasulullah SAW.

Pesan tersebut juga menjadi pengingat agar umat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai budaya dan gaya hidup yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

2. Habib Hanif Ingatkan Bahaya LGBT-Q, Dorong UU Anti-LGBTQ

Dalam materi lainnya, Habib Hanif mengingatkan umat tentang bahaya penyebaran dan normalisasi LGBT-Q terhadap keluarga, anak-anak dan generasi muda.

Ia menyerukan agar masyarakat tidak bersikap masa bodoh terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, keluarga dan lingkungan pendidikan mempunyai peranan penting dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai nilai agama, pernikahan, keluarga dan batas-batas pergaulan.

Habib Hanif juga mengajak umat Islam untuk mendorong pemerintah dan DPR memberikan perlindungan hukum terhadap masyarakat dan anak-anak dari berbagai bentuk promosi atau normalisasi perilaku seksual yang bertentangan dengan nilai agama.

Dalam konteks kebijakan, ia menyatakan dukungan terhadap usulan undang-undang anti-LGBTQ yang didorong MUI, serta mengajak umat untuk menyampaikan aspirasi tersebut melalui cara-cara yang konstitusional dan damai. Pemberitaan terbaru memang mencatat seruan Habib Hanif agar umat bersatu mendesak DPR terkait UU Anti-LGBTQ. 

3. Bahaya Miras: Dari Kerusakan Moral hingga Potensi Penistaan Agama

Habib Hanif juga mengingatkan umat mengenai bahaya minuman keras (miras). Ia menegaskan bahwa persoalan miras bukan sekadar persoalan seseorang mabuk atau tidak, tetapi berkaitan dengan keselamatan masyarakat, moral, keluarga dan ketertiban sosial.

Dalam pandangannya, alkohol dapat menjadi pintu masuk berbagai persoalan lain karena menghilangkan kontrol diri dan akal sehat. Karena itu, ia mengajak umat Islam untuk bersama-sama mendorong upaya pemberantasan peredaran miras.

Habib Hanif juga mengaitkan persoalan miras dengan kasus dugaan penistaan agama yang terjadi dalam sebuah acara di Ancol, yang menunjukkan bagaimana lingkungan yang diwarnai konsumsi minuman keras dapat membuka ruang terjadinya tindakan yang merendahkan nilai-nilai agama.

Karena itu, ia mendorong pemerintah dan DPR untuk mengambil langkah lebih tegas melalui aturan perundang-undangan yang melarang atau memperketat peredaran minuman keras, sekaligus melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat yang menjadi titik peredarannya.

Menurut Habib Hanif, menjaga masyarakat dari miras bukan semata-mata persoalan penegakan hukum, tetapi juga bagian dari menjaga agama, akal, keluarga dan generasi muda.

Tiga pesan tersebut pada akhirnya bermuara pada satu seruan: umat Islam harus mencintai Rasulullah SAW, menjaga akidah dan moral generasi muda, serta bersama-sama mendorong kebijakan yang dianggap dapat melindungi masyarakat dari kemaksiatan dan berbagai bentuk kerusakan sosial.

Jamaah Membludak

Semua rangkaian acara safari dakwah Habib Hanif tersebut telah selesai digelar dan kelima titik tabligh akbar dipadati hingga puluhan ribu jamaah.

Membludaknya jamaah menjadi pemandangan yang menonjol. Masyarakat dari berbagai daerah tampak antusias mengikuti pengajian, bershalawat dan menyambut kehadiran para ulama serta habaib.

Antusiasme tersebut menjadi gambaran kuat bahwa kecintaan masyarakat terhadap para ulama dan habaib dzurriyah Rasulullah SAW tetap besar, bahkan terus menunjukkan perkembangan.

Fitnah Tidak Menyurutkan Kecintaan Jamaah

Ramainya kegiatan ini juga menjadi jawaban tersendiri terhadap berbagai polemik dan tudingan yang belakangan muncul dalam perdebatan mengenai nasab.

Pihak yang dikenal sebagai kelompok PWI-LS, termasuk Imad bin Sarman dan pihak-pihak yang berseberangan dengan kalangan habaib, kerap menyerang serta memfitnah nasab habaib.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kehadiran Habib Hanif justru mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat Banten.

Hal itu menarik perhatian karena Banten juga merupakan wilayah asal daerah Imad bin Sarman, yang bersama kelompoknya dikenal sebagai orang-orang gila nasab yang meminta diakui sebagai cucu Walisongo dan Nabi Muhammad SAW. 

Namun besarnya jumlah jamaah yang hadir menunjukkan bahwa polemik di media sosial maupun perdebatan mengenai nasab tidak membuat masyarakat menjauh dari para habaib. Kecintaan masyarakat kepada ulama dan Habaib yaiti dzurriyah Rasulullah SAW justru tampak semakin kuat.

Ramainya jamaah di berbagai titik juga memperlihatkan bahwa semangat masyarakat untuk menghadiri majelis ilmu, bershalawat dan mendengarkan tausiyah para ulama masih sangat tinggi.

Masya Allah. Semoga seluruh rangkaian safari dakwah Habib Hanif ini membawa keberkahan, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta mempererat ukhuwah umat Islam.

Liputan video selengkapnya bisa disaksikan di channel Dr Habib Hanif official, klik:

https://youtube.com/@dr.habibhanif.official?si=iJIae0AMwmSBK2l3






Klik video:

             Desa Palurahan, Pandeglang (27/8)

           Kecamatan Menes, Pandeglang (27/8)

Desa Mandalasari, Kaduhejo, Pandeglang (28/8)

Kampung Garokgek, Desa Campaka, Kecamatan Kaduhejo (29/8)


Kampung Pondok, Desa Pudar, Kecamatan Pamarayan, Serang (29/8)