Telah Wafat Bapak Bambang Korban Pengeroyokan Ormas di Pejompongan

 



Sabtu, 29 Agustus 2026

Faktakini.info, Jakarta - Innalillahi wa innalillahi rojiun. Alm. Bpk bambang 59 thn. Seorang penjual kaca di Pejompongan yang jadi korban tewas diduga di keroyok oleh Ormas Gr*b, Kamis 27 Agustus 2026

Semoga Allah SWT menempatkan Almarhum ditempat yang paling mulia dan seluruh pelaku pengeroyokan diproses hukum.

Sudarsi (56), istri Bambang Setiyawan (59), warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang tewas saat kericuhan di Pejompongan, di Jakarta Pusat, meminta kematian suaminya tetap diusut sesuai proses hukum yang berlaku. Meski mengaku ikhlas atas musibah yang menimpa Bambang, Sudarsi berharap kasus tersebut dapat ditangani hingga tuntas dan menghasilkan keadilan bagi keluarganya.

"Saya menyerahkan kepada Allah SWT. Semua itu ya Allah yang menentukan masalah nanti hasilnya seperti apa, saya sudah ikhlas. Cuma ya namanya kan ini biar bagaimanapun harus diusut," tutur Sudarsi saat ditemui Kompas.com di rumah duka, Sabtu (29/8/2026). Sudarsi menegaskan dirinya tetap mengikuti proses hukum yang berjalan.

Ia tidak mengajukan tuntutan tertentu dan memilih menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada prosedur yang berlaku. "Saya mengikuti hukum yang berlaku, udah itu aja sih. Kalau untuk tuntutan saya enggak ada. Saya enggak menuntut ini itu, enggak. Pokoknya sesuai proses aja lah," katanya.

Menurut Sudarsi, yang terpenting bagi dirinya dan keluarga adalah hasil terbaik dari proses tersebut. Adapun seluruh proses hukum dan laporan kini ditangani anaknya.

"Jadi masalah sudah lapor, belum lapor, atau gimana perkembangannya, saya enggak tahu-menahu," katanya. Baca juga: Satu Orang Tewas di Jalan Pejompongan Jakpus, Keluarga: Pamit Keluar, tapi Tak Kunjung Pulang.

Sebelumnya diberitakan, keluarga mengetahui Bambang meninggal dan jasadnya berada di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat (29/8/2026). Sudarsi menjelaskan, Bambang masih berjualan hingga sore hari pada Kamis (27/8/2026).

Sekitar pukul 16.30 WIB, istrinya, Sudarsih (56), meminta Bambang menutup toko lebih cepat karena massa mulai berkumpul dan situasi di Jalan Pejompongan Raya memanas. Setelah mengantar tetangganya berobat ke RS Pelni, Bambang pulang sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, kericuhan masih terjadi dan massa didorong mundur ke arah TPU Karet. 

Beberapa saat kemudian, Bambang keluar dari rumah melalui gang menuju Jalan Pejompongan Raya. Menurut Sudarsih, suaminya memang kerap keluar untuk melihat situasi saat terjadi kericuhan dan terkadang membantu warga menyediakan air untuk mencuci muka.

Namun, Bambang tidak kunjung kembali. Sekitar pukul 01.30 WIB, Sudarsih mulai mencarinya ke tempat teman-temannya berkumpul, tetapi tidak menemukan Bambang.

Sekitar pukul 04.00 WIB, keluarga mengetahui Bambang telah meninggal dunia setelah anaknya mengenali sosok Bambang dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria yang diduga Bambang dipukul menggunakan kayu, ditendang, dan dipukul dengan tangan oleh sejumlah orang. Bajunya juga terlihat diseret di atas trotoar.

Sementara itu, polisi menyebut Bambang sempat dievakuasi dalam kondisi pingsan setelah situasi di lokasi dinyatakan cukup aman. Baca juga: Maaf dan Doa Remaja yang Bunuh Ayah dan Nenek di Lebak Bulus... Ia kemudian dibawa ke RS Mintoharjo, tetapi dinyatakan meninggal dunia.

Jenazahnya selanjutnya dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi dan visum.

Sumber: kompas.com dan lainnya