Sorotan Terhadap Fatwa Salafi Wahabi : Kemunafikan dalam Larangan Maulid Nabi dan Kewajiban Merayakan "Hari Ibn Al-Wahhab"

 

Senin, 24 Agustus 2026

Faktakini.info

Sorotan Terhadap Fatwa Salafi Wahabi : Kemunafikan dalam Larangan Maulid Nabi dan Kewajiban Merayakan "Hari Ibn Al-Wahhab"

Diskursus keagamaan kembali dihangatkan oleh kritik tajam terhadap fatwa ulama Salafi mengenai hukum perayaan hari besar Islam. Sejumlah kalangan menilai terdapat standar ganda yang nyata dalam penetapan hukum ibadah dan tradisi oleh otoritas ulama kelompok tersebut.

Selama ini, ulama Salafi secara konsisten melarang umat Islam berkumpul untuk merayakan maupun mempelajari kisah hidup Nabi Muhammad ﷺ pada tanggal 12 Rabiul Awal. Acara yang dikenal sebagai Maulid Nabi tersebut dicap sebagai "bid'ah yang sesat" dengan argumen bahwa menginisiasi perkumpulan baru untuk mendekatkan diri kepada Allah tidak memiliki dasar dari generasi awal Islam.

Namun, kritik tajam muncul setelah isi kitab Majmūʿ Fatāwā (Volume 1, Halaman 382) karya mantan Mufti Agung Arab Saudi, Syekh Abdul Aziz bin Baz, diangkat ke publik. Dalam tulisan tersebut, Syekh Ibn Baz membahas mengenai penyelenggaraan acara "Pekan Muhammad bin 'Abd al-Wahhab".

Secara kontras, Ibn Baz menyatakan bahwa berkumpulnya massa untuk mempelajari metodologi dakwah tokoh tersebut hukumnya adalah wajib. 

Lebih jauh lagi, ia menyebut agenda tersebut sebagai salah satu amalan terbesar untuk mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub).

Kontradiksi ini memicu kritik publik yang menilai adanya ketidakkonsistenan hukum. Para kritikus mempertanyakan mengapa perkumpulan untuk mempelajari sirah (sejarah) Nabi Muhammad ﷺ dilarang dan dinilai sesat, sementara perkumpulan berkala untuk mempelajari metodologi seorang syekh justru diberi status hukum wajib dan dianggap sebagai sarana ibadah tertinggi.

Hingga saat ini, perdebatan mengenai batasan bid'ah (inovasi agama) dan maslahah mursalah (kemaslahatan umum) terus menjadi topik hangat yang membelah argumen antara metode dakwah Salafi dan tradisi Islam arus utama (termasuk mayoritas ulama Asy'ariyah dan Syafiiyah).

Jika Salafi Wahabi Takfiri tidak mau merayakan Maulid Nabi ya Silahkan, Jangan Ganggu yang Memperingatinya, Sama halnya Aswaja yang tidak pernah Mengggu Salafi Wahabi Takfiri Dalam Merayakan Hari Ibn Abdul Wahhab. Udah Masing2 Aja.

COACH ADDIE