Puluhan Ribu Warga Tumpah Ruah di Jalan Gajah Mada Pontianak, Bersholawat Bersama Habib Syech

 



Kamis, 20 Agustus 2026

Faktakini.info, Jakarta - Puluhan ribu masyarakat memadati kawasan Pasar Flamboyan, Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa (18/8/2026) malam. Lautan jamaah hadir untuk mengikuti Sholawat Kebangsaan Merah Putih sekaligus Haul ke-115 Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar bersama ulama dan habaib, dengan menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama rombongan Majelis Ahbaabul Musthofa.

Sejak sebelum acara dimulai, kawasan Jalan Gajah Mada telah dipadati masyarakat dari berbagai penjuru Pontianak dan daerah lain di Kalimantan Barat. Antusiasme warga begitu besar hingga kawasan sekitar Pasar Flamboyan dipenuhi jamaah yang ingin mengikuti lantunan sholawat secara langsung.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu momentum religius sekaligus kebangsaan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut panitia, kegiatan ini tidak hanya menjadi majelis sholawat, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang dan mendoakan Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar dalam rangka haul ke-115, sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat kepada Rasulullah SAW dan menjaga persatuan bangsa.

Habib Syech Pimpin Sholawat

Suasana semakin khidmat ketika Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf memimpin pembacaan sholawat bersama. Ribuan jamaah mengikuti lantunan sholawat dengan penuh antusias.

Kehadiran Habib Syech yang dikenal luas melalui dakwah dan majelis sholawatnya tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Pontianak.

Lantunan sholawat yang menggema di kawasan Jalan Gajah Mada menjadikan malam tersebut terasa istimewa. Masyarakat dari berbagai kalangan terlihat berkumpul dalam satu majelis, tanpa membedakan usia maupun latar belakang.

RRI melaporkan, antusiasme masyarakat tidak hanya berasal dari Kota Pontianak, tetapi juga dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.

Dihadiri Pejabat, Ulama dan Habaib

Sebelumnya, panitia menyebut sejumlah pejabat daerah dan tokoh agama yang dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.

Di antaranya Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H.; Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Albert Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H.; Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novri Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si.; Wali Kota Pontianak Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T.; Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, S.E., M.Sos.; serta Kapolresta Pontianak Kombes Pol. Endang Tri Purwanto, S.I.K., M.Si.

Sejumlah ulama dan habaib juga turut disebut dalam rangkaian kegiatan, antara lain Habib Zaki bin Ridho bin Yahya, Habib Thoha bin Husein Al Jufry, dan Habib Fuad Al Muthahar.

Selain itu, acara turut dihadiri sejumlah figur publik, di antaranya Ustaz Derry Sulaiman dan YouTuber Willie Salim.

Haul ke-115 Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Haul ke-115 Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar.

Panitia menyampaikan rasa syukur karena haul dapat kembali dilaksanakan dan dipadukan dengan Sholawat Kebangsaan Merah Putih dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Habib Ishak Almutahar selaku panitia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya keluarga besar Al-Habib Muhammad bin Abdullah Al Muthahar untuk mengenang jasa dan perjuangan leluhur sekaligus mengajak masyarakat memperkuat persatuan.

Momentum haul dan sholawat tersebut pun menjadi sarana mempertemukan masyarakat dengan para ulama dan habaib dalam suasana penuh kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Sholawat dan Semangat Kebangsaan

Yang menarik, kegiatan ini menggabungkan nilai keagamaan dan semangat kebangsaan.

Pesan persatuan menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Panitia mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk meningkatkan rasa syukur sekaligus menjaga persatuan bangsa.

"Mari kita dalam momentum kemerdekaan ini benar-benar mengangkat harkat dan martabat daripada kemerdekaan Republik Indonesia. Ayo kita bersatu di dalam kepemimpinan Presiden kita, Bapak Prabowo, yang memimpin kita selaku presiden," kata Habib Ishak Almutahar sebagaimana diberitakan RRI.

Pesan tersebut semakin relevan karena kegiatan berlangsung hanya sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ribuan Jamaah Memadati Jalan Gajah Mada

Besarnya antusiasme masyarakat juga berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Satlantas Polresta Pontianak bersama pihak terkait melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama kegiatan berlangsung.

Kawasan Pasar Flamboyan ditutup total mulai pukul 00.00 WIB hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Kendaraan dari arah Jalan Veteran dan Jalan Budi Karya menuju Jalan Gajah Mada dialihkan melalui Jalan Pahlawan dan Jalan Tanjung Pura.

Sementara kendaraan dari Jalan Gajah Mada menuju Pasar Flamboyan dialihkan melalui Jalan Hijas. Sejumlah lokasi juga disiapkan sebagai kantong parkir jamaah.

Rekayasa lalu lintas tersebut menunjukkan besarnya skala kegiatan yang dipusatkan di kawasan Jalan Gajah Mada.

Ulama dan Habaib Semakin Dicintai Masyarakat

Membludaknya jamaah dalam kegiatan sholawat bersama Habib Syech di Pontianak kembali menunjukkan kuatnya kecintaan masyarakat Indonesia kepada ulama dan habaib.

Di tengah berbagai kesibukan masyarakat modern, majelis sholawat tetap mampu mengumpulkan ribuan hingga puluhan ribu orang dalam satu tempat dengan suasana tertib dan penuh kekhusyukan.

Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar juga memperlihatkan bahwa dakwah yang dibangun melalui kecintaan kepada Rasulullah SAW, sholawat, akhlak, persaudaraan dan persatuan masih mendapatkan tempat yang sangat kuat di hati masyarakat.

Para ulama dan habaib tidak hanya menjadi rujukan dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga ukhuwah, mempererat silaturahmi serta menanamkan kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Majelis seperti ini juga menjadi ruang perjumpaan berbagai lapisan masyarakat. Anak-anak muda, orang tua, keluarga, santri, tokoh masyarakat hingga para pejabat dapat duduk bersama dalam satu suasana yang penuh kedamaian.

Momentum Memperkuat Persatuan

Sholawat Kebangsaan Merah Putih di Pontianak akhirnya bukan sekadar acara keagamaan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang ulama dan leluhur, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus menumbuhkan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia.

Ribuan masyarakat yang hadir di Jalan Gajah Mada menjadi gambaran bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW dan kecintaan kepada ulama dapat berjalan beriringan dengan kecintaan kepada Tanah Air.

Dari Pontianak, lantunan sholawat dan doa pun menggema untuk Indonesia—semoga negeri ini senantiasa diberikan keamanan, persatuan, keberkahan dan kemajuan.

Pontianak Bersholawat, Indonesia Bersatu.