Menjijikkan! Bahaya Menjadi LGBT-Q
Seorang g4y berusia 50 tahun curhat. Ia sudah lama bertobat tapi tidak bisa menikah karena orientasinya belum hilang.
Saya bertemu dengannya di salah satu pesantren. Ia mengantar dua keponakannya yang perempuan (bersama keluarganya).
Penyesalan dia bukan karena penyakit kelamin. Tapi lebih parah dari itu.
Kata dia, setelah usia 45 tahun, saat otot-otot tidak lagi kuat, mulailah masalah muncul.
Dari curhatan dia ini saya baru tahu efeks lainnya dari hubungan badan antara lelaki. Yaitu: 👇
Dari dubur (sebab otot melemah), ia sering mengulang shalatnya jika tidak cebok. Karena, selalu keluar cairan kental (lengket) tapi bukan kotoran. Paling parah saat pagi, sangat terasa lengket. Area dubur basah.
Jika lupa cebok, bisa menyebabkan gatal yang amat sangat di scrotum dan area selangkangan.
Sebab itu, setiap shalat ia harus mengganti celana dalamnya.
Efeks lainnya yang paling bahaya jika tidak terkontrol, orientasi mereka sudah ke anak-anak. Kata dia, entah mengapa saat bertambah usia, orientasi mereka lebih menyukai anak laki-laki usia SD dan SMP. Nauzubillah.
Bahkan, mereka tak peduli apakah anak-anak tersebut keponakannya sendiri, anak temannya atau anak tetangganya.
Jadi tidak mengherankan, banyak kasus anak laki-laki yang diperkosa berkali-kali oleh para g4y. Dalam lima tahun ini, sangat banyak kasusnya (yang tidak terbongkar bisa jadi lebih banyak).
Kedua efeks ini terjadi begitu saja. Sebab itu, Islam menjatuhi hukuman para pelaku g4y ini dengan bunuh!
Sayangnya, video-video reels sekarang justru para kaum laknat ini paling banyak ditonton bahkan oleh ibu-ibu.
Sebab itu, saya tidak pernah mengizinkan orang yang lebih tua tidur dengan anak-anak saya. Termasuk adik saya sendiri.
Jika berkenan, mohon share tulisan ini, ya, Teman-teman. Agar setiap orangtua bisa berhati-hati
Sumber tulisan Fb : Akhyar Mustafa
#boikot #boikotgay #penyimpangan #jangkauanluas #semuaorang
