Kesaksian Warga: Diduga Kelompok GRIB Jaya Masuk Permukiman Pejompongan
Sabtu, 29 Agustus 2026
Faktakini.info, Jakarta - Kesaksian warga menyebut kelompok yang diduga berasal dari organisasi kemasyarakatan (ormas) GRIB Jaya masuk ke sejumlah gang permukiman di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, saat kericuhan pascademonstrasi pada Kamis (27/8/2026) malam hingga Jumat (28/8/2026) dini hari.
Menurut kesaksian yang diterima, kelompok tersebut sebelumnya terlihat membantu aparat membubarkan massa. Namun, kelompok yang disebut sebagai anggota GRIB Jaya kemudian diduga masuk ke area permukiman warga.
Seorang siswa kelas 12 MA Jamiat Kheir bernama Fatur disebut tidak terlibat dalam aksi demonstrasi. Berdasarkan kesaksian warga, Fatur berada di dalam permukiman ketika kelompok tersebut masuk, kemudian diduga diseret dan dipukuli.
Keberadaannya saat informasi tersebut dihimpun disebut belum diketahui. Kericuhan juga menimbulkan korban jiwa. Pedagang cermin bernama Bambang Setiawan dilaporkan tewas setelah dikeroyok kelompok tak dikenal di kawasan Pejompongan.
Korban sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Polri, tetapi nyawanya tidak tertolong. Catatan: Informasi mengenai keterlibatan GRIB Jaya di atas masih berdasarkan kesaksian warga dan pemberitaan yang tersedia, bukan kesimpulan hukum.
Dalam hal ini, masyarakat harus kritis terhadap kehadiran ormas. Tidak hanya kepada ormas, namun juga kepada negara yang secara tidak langsung ‘menyuburkan’ premanisme berkedok ormas. Premanisme yang dilabeli legitimasi organisasi memiliki daya rusak ganda, malah bikin resah pak Prabowo Subianto.
Foto: Fatur, korban
Sumber: Istimewa
