Fatur: Saya Disiksa Diduga oleh Oknum Intel saat Demo Ricuh, Terduga Pelaku Ngaku 'Suruhan' DPR

 


Sabtu, 29 Agustus 2026

Faktakini.info, Jakarta - Faturohman (18) mengungkap momen dirinya menjadi korban kekerasan saat aksi demo pecah di Pejompongan Jakarta Pusat pada Kamis (27/8/2026).

Fatur mengaku dirinya diseret keluar dari gang rumah, dipukuli, hingga dibawa ke Polda Metro Jaya

Insiden nahas itu terjadi saat Fatur berada di dalam gang rumahnya di pinggir Jalan Pejompongan Raya.

Sekira pukul 23.00 WIB, sejumlah orang tak dikenal tiba-tiba masuk ke dalam gang tersebut.

Sosok yang mengaku intel ini lantas menarik Fatur dan membawanya keluar.

Fatur mengatakan, orang-orang yang menariknya keluar dari gang mengaku sebagai intel polisi dari DPR.

"Ngakunya intel. Intel dari DPR," ungkap dia.

Saat kejadian, Fatur sudah berusaha menjelaskan bahwa dirinya adalah warga Pejompongan.

Namun oknum yang mengaku intel ini tak percaya dan tetap membawanya keluar.

"Ya sudah saya ngomong ini 'saya warga sini' Dia enggak percaya, ya sudah saya dibawa ke luar," lanjut dia.

Dalam kesaksiannya, tim medis sempat berusaha menolong Fatur saat dikeroyok.

Namun ia kembali diseret dan ditarik oleh sejumlah oknum tersebut.

Pada saat itu, Fatur dibawa ke kawasan Gedung DPR RI Senayan Jakarta Pusat.

Dari gedung DPR, Fatur baru dibawa ke Polda Metro Jaya.

Tak hanya dipukuli, Fatur juga mengaku mengalami intimidasi.

Ia juga dipaksa mengaku sebagai provokator kerusuhan.

Ia juga kembali dipukul dengan tangan kosong, pisau hingga benda panjang mirip penggaris dan dipaksa mengaku.

"Ada pemaksaan. Ada (pemukulan) di bagian dada, terus punggung, kepala," ungkap dia.

Fatur baru diperbolehkan kembali ke rumah pada Jumat (28/8/2026) siang.

Fatur terlihat mengenakan perban di atas pelipis mata kirinya. 

Wajahnya tampak dipenuhi luka dan lebam. 

Beberapa perban juga terlihat menutupi bagian belakang kepalanya.

Sumber: tribunnews