1.500 Pengurus FUHAB Jakarta Dilantik, Gubernur Pramono: Sinergi Ulama, Habaib dan Umaro Jaga Jakarta
Faktakini.info, Jakarta - Forum Ulama Habaib (FUHAB) Jakarta resmi mengukuhkan kepengurusan periode 2026–2031 dalam sebuah acara besar yang berlangsung di Jakarta International Velodrome, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (18/8/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri KH Syukron Makmun, ulama, habaib dan sekitar 1.500 pengurus FUHAB dari berbagai wilayah Jakarta dan kawasan aglomerasi. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo hadir langsung dalam acara tersebut dan menyampaikan apresiasi atas peran ulama dan habaib dalam menjaga kesejukan kehidupan masyarakat Jakarta.
Kehadiran Gubernur Pramono didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin. Acara juga menjadi momentum konsolidasi FUHAB setelah organisasi tersebut memperkuat struktur kepengurusan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
FUHAB Perkuat Struktur hingga 267 Kelurahan dan 44 Kecamatan
Ketua Umum DPP FUHAB DKI Jakarta, KH Muhammad Luthfi Zawawi, mengatakan pelantikan tersebut merupakan pengukuhan kepengurusan FUHAB untuk masa bakti 2026–2031.
Struktur organisasi kini diperluas hingga tingkat akar rumput. Sebanyak 267 kelurahan dan 44 kecamatan di DKI Jakarta telah memiliki kepengurusan FUHAB.
Pelantikan juga mencakup kepengurusan FUHAB di lima kota administrasi dan Kepulauan Seribu. Selain itu, sejumlah wilayah penyangga Jakarta seperti Bogor Raya, Bekasi Raya, Tangerang Raya dan Depok turut dikukuhkan.
Menurut Kyai Luthfi, semakin luasnya struktur organisasi bukan semata-mata untuk memperbesar organisasi, tetapi agar kiprah ulama dan habaib semakin terasa di tengah masyarakat.
FUHAB ke depan akan meningkatkan kontribusi dalam bidang dakwah, pendidikan dan sosial kemasyarakatan, sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
“Momentum pelantikan ini akan menjadi pintu gerbang untuk Forum Ulama Habaib berjuang memberikan kontribusi yang terbaik buat bangsa dan negara, khususnya untuk kota yang kita cintai, yaitu Kota Jakarta,” kata Kyai Luthfi.
Gubernur Pramono: Ulama dan Habaib Sangat Penting bagi Jakarta
Dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa hubungan yang baik antara pemerintah atau umara dengan ulama dan habaib merupakan salah satu kunci untuk menjaga Jakarta tetap aman, nyaman dan damai.
Pramono menilai pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas kehidupan ibu kota. Karena itu, kolaborasi dengan ulama, habaib dan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan.
“Walaupun Jakarta kompleks, dinamikanya sangat berat, tetapi pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat bisa menjaga Jakarta menjadi jauh lebih baik, dan terutama adalah kehidupan beragama,” ujar Pramono.
Menurut Pramono, sinergi tersebut juga merupakan salah satu cerminan bahwa tata kelola pemerintahan berjalan dengan baik.
Ia mengapresiasi berbagai kegiatan yang dilakukan para ulama dan habaib karena dinilai ikut menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang lebih nyaman dan kondusif.
“Acara-acara seperti ini pasti akan membuat kenyamanan dalam kehidupan Jakarta semakin hebat,” katanya.
Pramono juga secara khusus memberikan ucapan selamat kepada FUHAB. Ia menilai organisasi tersebut memiliki pandangan dan cara berpikir yang dapat menghadirkan kesejukan di tengah masyarakat serta memegang teguh prinsip bahwa NKRI adalah harga mati.
Ulama dan Habaib Didorong Membina Generasi Muda
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menilai peran ulama dan habaib tidak hanya penting dalam urusan keagamaan.
Di tengah transformasi Jakarta menuju kota global, ulama dan habaib diharapkan ikut menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, membina generasi muda serta memperkuat karakter masyarakat.
Pemprov DKI menegaskan bahwa kemajuan Jakarta tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik dan ekonomi. Peningkatan kualitas manusia, moral, karakter dan kehidupan sosial juga menjadi bagian penting dari pembangunan kota.
Pramono berharap FUHAB dapat terus hadir dekat dengan masyarakat, memberikan pembinaan yang menyejukkan, merawat persaudaraan serta ikut menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan sosial di Jakarta.
Pemprov DKI, kata dia, terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan FUHAB dan elemen masyarakat lainnya guna membangun Jakarta yang maju, aman, toleran dan bermartabat tanpa meninggalkan nilai agama, budaya serta kearifan lokal.
FUHAB Siap Berkontribusi dalam Persoalan Sosial
Selain dakwah dan pendidikan, FUHAB menyiapkan sejumlah program sosial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Salah satunya adalah kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan edukasi mengenai bahaya narkotika sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba mulai dari tingkat kelurahan hingga kota.
FUHAB juga akan membantu pemerintah dalam menyosialisasikan program pemilahan sampah kepada masyarakat, terutama di lingkungan permukiman.
Dengan struktur yang telah menjangkau seluruh kelurahan dan kecamatan di Jakarta, FUHAB memiliki jaringan yang cukup luas untuk membantu menyampaikan pesan-pesan sosial dan pembangunan hingga ke tingkat masyarakat bawah.
Gubernur Pramono Singgung Rencana Masjid KH Ahmad Dahlan
Dalam kesempatan tersebut, Pramono Anung juga mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyiapkan lahan pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan.
Pramono menyebut rencana tersebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan keseimbangan dalam kehidupan keagamaan di Jakarta. Ia bahkan menyatakan telah meminta jajaran Pemprov DKI untuk segera menyiapkan lahan pembangunan masjid tersebut.
Selain itu, Pramono menyampaikan sejumlah agenda keagamaan menjelang lima abad Kota Jakarta, termasuk program mencetak 1.000 Al-Qur'an dan mendorong kegiatan khatam Al-Qur'an.
Ulama dan Habaib Makin Dicintai Masyarakat
Pelantikan besar FUHAB Jakarta ini juga memperlihatkan semakin kuatnya kehadiran ulama dan habaib di tengah kehidupan masyarakat.
Di tengah berbagai persoalan perkotaan, masyarakat membutuhkan figur-figur agama yang dapat memberikan keteladanan, membimbing umat dan menghadirkan kesejukan. Kehadiran ulama dan habaib bukan hanya dirasakan dalam majelis-majelis ilmu dan kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, semakin banyaknya ulama dan habaib yang terlibat langsung dalam kegiatan kemasyarakatan menjadi modal sosial yang sangat penting bagi Jakarta.
Kecintaan masyarakat kepada ulama dan habaib pun terus tumbuh ketika mereka hadir dengan dakwah yang menyejukkan, membela kepentingan umat, membantu masyarakat yang membutuhkan serta ikut menjaga persatuan bangsa.
Hal tersebut sejalan dengan pesan Gubernur Pramono bahwa kehidupan Jakarta yang semakin kompleks membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk para ulama dan habaib.
Menjaga Jakarta sebagai Kota Global yang Berakhlak
Ketua Umum DPP FUHAB KH Muhammad Luthfi Zawawi menegaskan, perluasan struktur FUHAB harus diikuti dengan semakin besarnya kontribusi organisasi kepada masyarakat.
FUHAB ingin ikut menjaga Jakarta agar tidak hanya menjadi kota yang modern dan global, tetapi juga tetap memiliki kehidupan sosial dan keagamaan yang kuat.
“Kita bersama-sama jaga kota yang kita cintai ini untuk menjadi kota yang modern, kota yang global, kota yang maju, kota yang berbudaya, dan kota yang berakhlakul karimah,” ujar Luthfi.
Pelantikan periode 2026–2031 tersebut dengan demikian tidak hanya menjadi seremoni pergantian atau pengukuhan kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat peran ulama dan habaib di tengah masyarakat.
Dengan jaringan yang kini menjangkau 267 kelurahan dan 44 kecamatan, serta kawasan penyangga Jakarta, FUHAB diharapkan semakin aktif menjadi jembatan komunikasi antara ulama, masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
Sinergi tersebut pada akhirnya diharapkan mampu menjadikan Jakarta bukan hanya sebagai kota global yang maju secara ekonomi dan teknologi, tetapi juga sebagai kota yang aman, damai, berbudaya, religius dan berakhlakul karimah.




