[Video] Habib Rizieq Serukan Persatuan Umat dan Desak Pemerintah Segera Bentuk UU Anti-LGBTQ dalam Tabligh Akbar di Lembang

 


Rabu, 15 Juli 2026

Faktakini.info, Jakarta - Tabligh Akbar dan Doa Bersama dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus Hari Ulang Tahun Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-19 berlangsung dengan khidmat, aman, lancar, dan sukses di Masjid Besar Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Ahad (12/7/2026) malam.

Kegiatan yang dipadati jamaah dari berbagai daerah itu menghadirkan sejumlah ulama, habaib, serta tokoh masyarakat. Di antaranya Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Syihab, Habib Zaky Alaydrus (Imam Daerah FPI Jawa Barat), KH Ahmad Salimul Apip dari Pondok Pesantren Addahlaniyah Soreang, Habib Syekh bin Muhammad As-Segaf, serta para ulama, habaib, dan tokoh masyarakat Bandung Barat.

Mengusung tema "Semangat Hijrah, Perbaiki Diri, Persatukan Umat, Membangun Bandung Barat yang Religius, Maju, dan Sejahtera," acara berlangsung penuh kekhusyukan dengan rangkaian doa bersama, tausiyah, serta seruan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Dalam tausiyahnya, Habib Rizieq Syihab mengajak umat Islam untuk terus menjaga persatuan dan mempererat ukhuwah di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Menurutnya, kekuatan umat akan terwujud apabila seluruh elemen masyarakat mampu bersatu di atas nilai-nilai agama, akhlak, dan kepentingan bersama.

Habib Rizieq juga menyerukan agar umat Islam bersama-sama menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dan para pembuat kebijakan agar segera menyusun Undang-Undang Anti-LGBTQ. Menurutnya, regulasi tersebut diperlukan sebagai bentuk perlindungan terhadap moral, ketahanan keluarga, serta generasi muda sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya bangsa.

Selain itu, beliau mengajak umat Islam untuk mengisi momentum Tahun Baru Islam dengan semangat hijrah menuju pribadi yang lebih baik, memperbanyak amal saleh, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi umat dan bangsa.

Sementara itu, para ulama yang hadir juga menyampaikan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat pendidikan akhlak, serta meningkatkan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat. Mereka mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak menjadi penyebab perpecahan, melainkan disikapi dengan semangat ukhuwah dan saling menghormati.

Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah, tokoh agama, aparat keamanan, relawan, serta semua pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan sukses. Kehadiran ribuan jamaah dinilai menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam sekaligus mempererat silaturahmi antarumat.

Tabligh Akbar dan Doa Bersama tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, menjaga persatuan umat, serta mendorong lahirnya masyarakat Bandung Barat yang religius, harmonis, dan sejahtera sesuai dengan tema yang diusung dalam kegiatan tersebut.

Klik video: