Menjawab Dusta Klaim: "Mengapa Nasab Ali As-Sakran Tidak Dicatat Ibnu Inabah?"
Rabu, 15 Juli 2026
Faktakini.info
Menjawab Dusta Klaim: "Mengapa Nasab Ali As-Sakran Tidak Dicatat Ibnu Inabah?"
Salah satu narasi yang sering diulang adalah pertanyaan: "Kalau Ali As-Sakran benar salah satu leluhur Ba'Alawi, mengapa namanya tidak dicatat oleh Ibnu Inabah dalam kitabnya?" Narasi ini sekilas terdengar meyakinkan, tetapi justru menunjukkan kekeliruan dalam memahami kronologi sejarah.
Jawabannya sangat sederhana: karena saat kitab Ibnu Inabah telah selesai disusun, Ali As-Sakran belum lahir.
Secara logika sejarah, mustahil seorang penulis mencantumkan nama seseorang yang pada masa penulisan kitab tersebut bahkan belum dilahirkan. Kitab nasab merupakan catatan yang menggambarkan silsilah hingga masa penulisnya, bukan daftar nama orang-orang yang akan lahir di masa depan.
Karena itu, menjadikan tidak adanya nama Ali As-Sakran dalam kitab Ibnu Inabah sebagai alasan untuk menolak nasab Ba'Alawi merupakan kesalahan metodologi. Argumen tersebut mengabaikan fakta kronologi dan hanya menghasilkan kesimpulan yang keliru.
Dalam penelitian sejarah dan ilmu nasab, setiap sumber harus dipahami sesuai konteks waktu penyusunannya. Untuk mengetahui generasi setelah masa Ibnu Inabah, para peneliti memang harus merujuk kepada karya-karya ulama nasab yang hidup sesudahnya dan melanjutkan pencatatan silsilah keluarga Ahlul Bait.
Dengan demikian, ketiadaan nama Ali As-Sakran dalam kitab Ibnu Inabah bukanlah bukti bahwa nasab tersebut tidak ada, melainkan konsekuensi yang wajar karena Ali As-Sakran belum lahir ketika kitab itu selesai ditulis. Mengabaikan fakta kronologi seperti ini justru menunjukkan kekeliruan dalam memahami sumber sejarah.
