Mesranya Masyayikh Lirboyo Dan Habaib
Rabu, 15 Juli 2026
Faktakini.info
Ma'ruf Khozin
Masyayikh Lirboyo Dan Habaib
Syukur kepada Allah yang tidak ada batasnya karena di negeri kita diberkati dengan keimanan bagi penduduknya. Terlebih di Pulau Jawa, pulau yang dihuni sekitar 156 juta. Mayoritas adalah hamba-hamba yang bersujud kepada Allah. Di antara pencetak orang-orang ahli ilmu dan ibadah di negeri ini, salah satu yang terbesar dari Pondok Lirboyo.
Guru-guru yang saya temui mengajar ilmu agama atau organisasi, tidak ada satupun dari mereka kecuali pernah mengutip dawuh-dawuh (ilmu, nasehat dsb) dari KH Mahrus Ali, Lirboyo. Sebab di masa tahun 80an beliau menjadi rujukan para kiai, baik dalam keilmuan maupun keorganisasian di NU.
Sikap Masyayikh Lirboyo dengan ilmu dan akhlak, di antaranya tercermin tadi pagi, saat banyak Habaib dan Gawagis lulusan Darul Musthofa didirikan oleh Sayidil Habib, Umar bin Hafidz, bersilaturahmi menyambung sanad ilmu. Terlebih keduanya menunjukkan sikap penuh keilmuan dan kemuliaan akhlak, meneruskan intisari ajaran Islam sejak masa Sahabat:
ﻋﻦ اﻟﺸﻌﺒﻲ، ﻗﺎﻝ: ﺭﻛﺐ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﺛﺎﺑﺖ ﻓﺄﺧﺬ اﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺑﺮﻛﺎﺑﻪ، ﻓﻘﺎﻝ: ﻻ ﺗﻔﻌﻞ ﻳﺎ اﺑﻦ ﻋﻢ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ. ﻓﻘﺎﻝ: ﻫﻜﺬا ﺃﻣﺮﻧﺎ ﺃﻥ ﻧﻔﻌﻞ ﺑﻌﻠﻤﺎﺋﻨﺎ. ﻓﻘﺒﻞ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﺛﺎﺑﺖ ﻳﺪﻩ، ﻭﻗﺎﻝ: ﻫﻜﺬا ﺃﻣﺮﻧﺎ ﺃﻥ ﻧﻔﻌﻞ ﺑﺄﻫﻞ ﺑﻴﺖ ﻧﺒﻴﻨﺎ.
Sya'bi berkata: "Zaid bin Tsabit berada di atas kendaraan lalu Ibnu Abbas memegang kendalinya. Zaid bin Tsabit berkata: "Jangan lakukan itu, wahai sepupu Rasulullah". Ibnu Abbas berkata: "Seperti inilah kami diperintahkan untuk memperlakukan ulama kami". Kemudian Zaid bin Tsabit mencium tangan Ibnu Abbas. Zaid bin Tsabit berkata: "Seperti inilah kami diperintahkan untuk memperlakukan keluarga Nabi kami" (Al Hafizh Ibnu Hajar, Al Ishabah fi Tamyiz Shahabat 4/126)
Ini adalah kunjungan keempat, setelah sebelumnya ke Pondok Sidogiri, Pondok Walisongo Situbondo dan Pondok Kiai Thoifur di Sumenep.
