[Video] Ketum PBNU Tegaskan Nasab Ba’alawi Shahih, Polemik Nasab Tidak Berdasar

 


Ahad, 10 Mei 2026

Faktakini.info, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, menegaskan bahwa nasab Ba’alawi telah diakui sebagai nasab yang shahih tersambung kepada Nabi Muhammad SAW oleh para ahli nasab, naqobah asyraf sedunia dan para pendiri NU dan tidak perlu diperdebatkan kembali.

Penegasan tersebut disampaikan Gus Yahya saat menghadiri pertemuan bersama jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur di Pondok Pesantren Al Khodijah, Demangan, Bangkalan, Madura, pada Senin (4/5/2026).

Dalam forum tersebut, Gus Yahya membahas berbagai isu strategis organisasi, mulai dari persiapan Muktamar NU, dinamika internal jam’iyah, hingga penguatan berbagai program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi yang dijalankan NU.

Di sela pembahasan, Gus Yahya menyinggung polemik mengenai nasab Ba’alawi yang belakangan dicuatkan di ruang publik oleh kelompok orang-orang gila nasab yang sangat iri dan dengki pada kemuliaan nasab Ba'alawi. Menurutnya, status nasab Ba’alawi sebagai dzurriyah Rasulullah SAW telah diterima luas oleh para ulama dan menjadi kesepakatan yang kokoh.

“Nasab Ba’alawi sudah sahih. Warga NU tidak boleh mengingkari nasab Ba’alawi sebagai keturunan Rasulullah SAW. Kalau ada oknum Ba'alawi yang melakukan kesalahan, maka yang dikritik adalah individunya, bukan nasab mulianya,” tegas Gus Yahya.

Ia juga menilai bahwa upaya sebagian pihak (:Sekte Imad bin Sarman PWI-LS cs) yang terus menggugat keabsahan nasab tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat dan tidak akan mengubah kesepakatan para ulama.

Menurut Gus Yahya, polemik yang dihembuskan terkait nasab Ba’alawi lebih banyak dipengaruhi motif tertentu dan berpotensi memecah belah ukhuwah Islamiyah. Karena itu, warga NU diminta tetap berpegang pada pandangan ulama dan tidak terprovokasi oleh narasi yang menimbulkan kegaduhan.

Pernyataan Ketua Umum PBNU ini disambut positif oleh banyak kalangan, khususnya warga Nahdliyin yang berharap polemik mengenai nasab Ba’alawi dapat segera diakhiri dan energi umat difokuskan pada agenda-agenda kemaslahatan yang lebih penting.

Klik video: