Tertangkap! Para Pembunuh Sadis Boru Sitio di Rumbai Pekanbaru
Ahad, 3 Mei 2026
Faktakini.info
Misteri tew*snya Dumaris Deniwati Boru Sitio (60) di rumahnya di kawasan Rumbai, Pekanbaru, akhirnya menemui titik terang.
Dalang utama dari perampokan disertai pembvnvhan sadis tersebut rupanya orang dalam, yakni Anisa Florensia boru Tumanggor, yang merupakan mantan menantu korban sendiri.
- Pelarian komplotan pembunuh ini rupanya sangat terencana hingga memakan rute lintas provinsi.
Namun, sepintar-pintarnya buronan berlari, aparat kepolisian nyatanya berlari lebih cepat.
Pada **Sabtu (2/5/2026)**, tim gabungan raksasa yang terdiri dari Resmob, Jatanras Polda Riau, dan Satreskrim Polresta Pekanbaru dengan back-up penuh dari Polda Sumut dan Polda Aceh, berhasil menyapu bersih komplotan tersebut.
Keempat pelaku diringkus di dua lokasi berbeda.
- Dua pelaku disergap di tempat persembunyiannya di Aceh Tengah, sementara dua lainnya tak berkutik saat diringkus di Kota Binjai, Sumatera Utara.
Dan yang membuat kasus ini begitu menyayat hati adalah bukti rekaman CCTV yang beredar luas di publik.
- Anisa mempertontonkan akting manipulatif tingkat dewa sebelum menghabisi mantan mertuanya.
Dalam rekaman tersebut, Anisa (mengenakan baju hitam dan celana kuning) datang bersama seorang wanita lain.
Karena sudah saling kenal, Dumaris dengan polosnya membukakan pintu depan untuk mereka.
Layaknya menantu yang berbakti, Anisa dan rekannya menyempatkan diri mencium tangan korban di ambang pintu sebelum dipersilakan masuk.
- Saat Anisa sedang asyik mengajak korban mengobrol (diduga sebagai pengalihan isu), seorang pelaku pria tiba-tiba muncul dari arah belakang dan langsung menghantamkan sebatang kayu ke arah Dumaris hingga lansia malang itu tew*s mengenaskan
Terungkap pula latar belakang kelam dari sang otak kejahatan.
- Anisa sebelumnya pernah menikah dengan anak laki-laki korban (berinisial A) yang diketahui merupakan penyandang disabilitas (berkebutuhan khusus).
Namun, pernikahan tersebut kandas dan mereka telah berpisah.
- Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, menegaskan bahwa keempat pelaku kini sudah ditahan untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Pihak kepolisian tidak akan main-main dan bersiap menjerat mereka dengan pasal berlapis yang mematikan, yakni Pembunuhan Berencana sekaligus Perampokan dengan Kekerasan (Curas).
Kasus ini adalah potret nyata bahwa kejahatan paling keji sering kali datang dari orang terdekat yang pernah kita percaya. Dumaris membuka pintu rumahnya untuk menyambut sang mantan menantu, namun yang masuk justru malaikat maut.
Kini, Anisa dan komplotannya harus bersiap menghadapi ancaman hukuman maksimal (bahkan hukuman mati atau seumur hidup) di balik jeruji besi akibat perbuatannya yang tak punya hati nurani.
