Pernyataan Sikap FPI Soal Penculikan 9 WNI Aktivis Global Sumud Flotilla

 


Sabtu, 23 Mei 2026

Faktakini.info, Jakarta - Front Persaudaraan Islam melalui Dewan Pimpinan Pusat (DPP) mengeluarkan pernyataan sikap terkait dugaan penculikan terhadap 9 warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.

Dalam surat bernomor 002/PS/DPP-FPI/Dzulhijjah/1447 H tertanggal 22 Mei 2026, DPP FPI menyatakan kecaman keras terhadap tindakan yang disebut dilakukan oleh tentara rezim Zionis Israel terhadap para aktivis kemanusiaan internasional.

FPI menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap konvensi internasional dan hukum laut internasional, karena intersep disebut terjadi sekitar 250 mil laut dari wilayah yang diklaim Israel. Organisasi itu juga menyatakan bahwa penggunaan istilah “penculikan” dinilai tepat karena Indonesia tidak mengakui kedaulatan Israel sebagai negara.

Selain mengecam tindakan tersebut, FPI juga mengkritik sikap pemerintah Indonesia, khususnya pernyataan Menteri Luar Negeri yang dianggap menyebut peristiwa itu sebagai “intersep” dan bukan penculikan.

Dalam poin tuntutannya, FPI mendesak pemerintah Indonesia agar:

Bersikap lebih tegas terhadap perlakuan terhadap WNI;

Mempercepat pemulangan para korban ke Indonesia;

Menarik diri dari Board of Peace bentukan Donald Trump;

Mendorong negara-negara Islam membangun platform perjuangan kemerdekaan Palestina.

FPI juga mengapresiasi para aktivis kemanusiaan yang tetap membawa bantuan ke Gaza meski menghadapi risiko besar. Organisasi tersebut menyerukan masyarakat Indonesia untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui bantuan, donasi, dan doa.

Pernyataan itu ditandatangani Ketua Umum DPP FPI HB. Muhammad Alattas dan Sekretaris Umum HB. Ali Abubakar Alattas di Jakarta.

Transkrip Dokumen

PERNYATAAN SIKAP

DEWAN PIMPINAN PUSAT – FRONT PERSAUDARAAN ISLAM

Nomor: 002/PS/DPP-FPI/Dzulhijjah/1447 H

Tentang:

PENCULIKAN 9 WNI AKTIVIS GLOBAL SUMUD FLOTILLA

Sehubungan dengan peristiwa penculikan oleh tentara rezim penjajahan Zionis Israel terhadap 9 warga negara Indonesia serta aktivis kemanusiaan lainnya dari berbagai negara yang ikut berlayar pada misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla untuk membawa bantuan kemanusiaan, yang berupaya menembus barikade ilegal tentara rezim penjajahan Zionis Israel atas rakyat Palestina di Gaza yang merupakan korban kekejian genosida rezim penjajah Zionis Israel, dengan ini Kami Dewan Pimpinan Pusat Front Persaudaraan Islam menyatakan:

Mengutuk keras penculikan terhadap para aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla, termasuk 9 WNI yang ikut;

Mengutuk keras perlakuan tidak manusiawi serta terang-terangan melanggar konvensi internasional, termasuk Konvensi Internasional Hak Sipil dan Politik serta Konvensi Jenewa, terhadap para aktivis kemanusiaan korban penculikan;

Kecewa terhadap sikap pemerintah Indonesia, dalam hal ini diwakili Menteri Luar Negeri Sugiono, yang dianggap mengklarifikasi bahwa yang terjadi bukan penculikan melainkan intersep oleh tentara Zionis Israel;

Bahwa diksi penculikan dinilai tepat karena tindakan intersep terjadi 250 mil laut dari garis pantai yang diklaim sebagai wilayah Israel, yang merupakan yurisdiksi laut Siprus, sehingga dinilai melanggar Konvensi UNCLOS;

Bahwa penggunaan istilah penculikan tepat digunakan dikarenakan Republik Indonesia tidak mengakui kedaulatan Zionis Israel sebagai negara;

Menuntut Pemerintah Indonesia bersikap tegas atas perlakuan tidak manusiawi terhadap para WNI korban penculikan serta mempercepat pengembalian WNI ke Indonesia dengan selamat;

Menuntut Pemerintah Indonesia menarik diri dari Board of Peace bentukan Trump;

Menuntut Pemerintah Indonesia bersama negara-negara Islam lainnya membangun platform efektif dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina dan terbebasnya Baitul Maqdis dari cengkeraman Zionis Israel;

Mengapresiasi setinggi-tingginya usaha para aktivis kemanusiaan untuk membawa bantuan kemanusiaan walaupun memiliki risiko besar;

Menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk terus mendukung segala bentuk upaya memerdekakan rakyat Palestina dan pembebasan Baitul Maqdis dari penjajahan Zionis Israel melalui bantuan, donasi, dan doa.

Jakarta, 22 Mei 2026

Dewan Pimpinan Pusat – Front Persaudaraan Islam

Ketua Umum: HB. Muhammad Alattas

Sekretaris Umum: HB. Ali Abubakar Alattas