HILMI–FPI Ciamis Bantu Pasien Tumor Mata di Tasikmalaya.
Jum'at, 1 Mei 2026
Faktakini.info, Jakarta - Kamis, 30 April 2026. Di saat sebagian orang masih terlelap, langkah kemanusiaan justru dimulai. Giat ambulans HILMI (Hilal Merah Indonesia) sayap juang FPI Ciamis kembali bergerak, mengantarkan harapan bagi seorang ibu yang tengah berjuang melawan penyakit. Dalam aksi kemanusiaan ini, tim juga bekerja sama dengan relawan Srikandi Tasikmalaya untuk mendampingi pasien selama proses pengobatan.
Ibu Mimin, seorang janda dengan tiga anak kecil yang masih membutuhkan kasih sayang dan penghidupan, tinggal di Kampung Sukarame RT/RW 038/009, Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Dalam keterbatasan hidup sebagai dhuafa, beliau harus menghadapi ujian berat: diagnosa D32 (Benign neoplasm of meninges), berupa tumor yang tumbuh di dalam kelopak mata sebelah kiri.
Sebelumnya, Ibu Mimin telah mendapatkan penanganan awal dan rujukan dari Rumah Sakit Jasa Kartini Tasikmalaya untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut ke RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung.
Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, Ibu Mimin tetap berjuang. Demi menyambung hidup ketiga anaknya, ia rela bekerja serabutan apa saja yang penting halal meski penghasilan tidak menentu.
Perjalanan panjang dimulai dari Pondok Pesantren Salafiyyah Manhajul Ulum Rajadesa, Ciamis, pada pukul 00.09 WIB. Tim relawan bergerak menuju kediaman pasien dan tiba sekitar pukul 01.30 WIB. Tanpa banyak jeda, perjalanan dilanjutkan pada pukul 02.07 dini hari menuju RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung sebagai rumah sakit rujukan.
Setelah menembus sunyi malam dan jarak yang panjang, tim dan pasien tiba di rumah sakit pada pukul 05.57 WIB. Setibanya di lokasi, relawan bersama pasien langsung menuju lobby pendaftaran untuk memulai rangkaian pemeriksaan lanjutan.
Pemeriksaan yang dijalani cukup panjang dan melelahkan:
● Pemeriksaan di Poli Bedah Saraf
● Dilanjutkan cek laboratorium (darah)
● Kemudian menuju ruang radiologi untuk pemeriksaan rontgen.
Seluruh proses selesai sekitar pukul 15.13 WIB. Tak lama berselang, pada pukul 15.30 WIB, rombongan kembali bertolak menuju Tasikmalaya.
Perjalanan pulang yang panjang akhirnya berakhir pada pukul 22.04 WIB saat tim tiba kembali di kediaman Ibu Mimin.
Namun perjuangan belum usai.
Ibu Mimin dijadwalkan kembali menjalani pemeriksaan lanjutan pada 6 Juli 2026 di Bandung. Ia harus menjalani cek laboratorium lanjutan (ureum dan kreatinin), serta kemungkinan menginap di rumah singgah karena keesokan harinya akan dilakukan CT Scan dengan kontras. Keputusan tindakan operasi masih menunggu hasil dari pemeriksaan tersebut.
Di balik semua ini, tersimpan kisah yang mengetuk hati.
Ibu Mimin bukan hanya seorang pasien. Ia adalah seorang ibu yang menjadi satu-satunya harapan bagi tiga anaknya. Tanpa suami, tanpa penghasilan tetap, dan kini harus berjuang melawan penyakit serius.
Semoga Allah SWT memberikan kesabaran, ketabahan, dan kesembuhan untuk Ibu Mimin.
Dan bagi kita yang diberi kelapangan rezeki, inilah saatnya mengambil bagian dalam kebaikan. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, dapat menjadi cahaya bagi perjuangan seorang ibu dan masa depan ketiga anaknya.
Karena di balik setiap bantuan, ada harapan yang terus hidup.





