DPP FPI Tegas Tolak Rencana Fasilitas Pesawat Militer AS di Kertajati, Tegaskan Komitmen Membela Kedaulatan Negara

 


Sabtu, 30 Mei 2026

Faktakini.info, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Front Persaudaraan Islam (FPI) menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait rencana penggunaan Bandara Kertajati, Jawa Barat, sebagai lokasi bengkel pesawat militer C-130 milik Amerika Serikat. 

Dalam pernyataannya, FPI menegaskan penolakan terhadap rencana tersebut karena dinilai berpotensi mengganggu kedaulatan negara dan bertentangan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dianut Indonesia.

Melalui pernyataan sikap bernomor 003/PS/DPP-FPI/Dzulhijjah/1447 H, FPI menegaskan bahwa organisasi tersebut konsisten membela kepentingan nasional dan menjaga kedaulatan Republik Indonesia dari segala bentuk intervensi maupun pengaruh asing yang berpotensi merugikan bangsa.

FPI menilai keberadaan bengkel pesawat militer C-130 Amerika Serikat di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kepentingan strategis militer negara tersebut. Menurut FPI, sekalipun fasilitas itu disebut hanya sebagai bengkel perawatan pesawat, keberadaannya tetap merupakan fasilitas yang berkaitan dengan kepentingan militer asing.

Dalam pernyataannya, FPI juga mengingatkan bahwa Indonesia selama ini menganut prinsip politik bebas aktif dan tidak berpihak dalam konflik internasional. Karena itu, keberadaan fasilitas militer asing dikhawatirkan dapat menyeret Indonesia ke dalam ketegangan geopolitik maupun konflik regional yang bukan merupakan kepentingan nasional Indonesia.

Selain itu, FPI menyoroti letak Bandara Kertajati yang relatif dekat dengan Jakarta sehingga dinilai memiliki implikasi terhadap aspek keamanan nasional. Organisasi tersebut juga menilai proyek strategis nasional seperti Bandara Kertajati seharusnya diprioritaskan untuk kepentingan rakyat Indonesia dan pembangunan nasional, bukan untuk kepentingan pihak asing.

Melalui sikap resminya, FPI menegaskan bahwa penolakan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menjaga kedaulatan negara, keamanan nasional, dan kemaslahatan rakyat Indonesia. FPI juga meminta pemerintah agar mempertimbangkan secara matang setiap kebijakan yang berpotensi membuka ruang bagi kehadiran fasilitas militer asing di wilayah Indonesia.

Pernyataan sikap tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum DPP FPI, HB. Muhammad Alattas, Lc., M.A., dan Sekretaris Umum DPP FPI, HB. Ali Abubakar Alattas, S.H., di Jakarta pada 9 Dzulhijjah 1447 H atau 26 Mei 2026 M.

TRANSKRIP

PERNYATAAN SIKAP
DEWAN PIMPINAN PUSAT – FRONT PERSAUDARAAN ISLAM
Nomor: 003/PS/DPP-FPI/DZULHIJJAH/1447 H
RENCANA BANDARA KERTAJATI MENJADI BENGKEL PESAWAT MILITER AMERIKA SERIKAT

Sehubungan dengan pernyataan Menteri Pertahanan, Jenderal (HOR) (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin di depan rapat dengan Komisi I DPR RI pada Selasa, 19 Mei 2026, yang pada pokoknya menyatakan rencana Amerika Serikat yang berkeinginan memiliki bengkel pesawat militer C-130 di Indonesia, yang kami tengarai sebagai upaya Amerika Serikat memiliki pangkalan militer terselubung di Indonesia, yang mana sayangnya langsung disambut dengan menawarkan Bandara Kertajati sebagai lokasi bengkel Pesawat Militer C-130, dengan ini kami Dewan Pimpinan Pusat Front Persaudaraan Islam menyatakan:

Bahwa rencana keberadaan bengkel Pesawat Militer C-130 milik Amerika Serikat, bagi kami adalah akal bulus Amerika Serikat untuk dapat menempatkan pangkalan militer di Indonesia;
Bahwa sungguh pun benar Bandara Kertajati hanya dijadikan sebagai bengkel bagi Pesawat Militer C-130, tetap tidak merubah fakta bahwa Bandara Kertajati dijadikan fasilitas militer milik Amerika Serikat, karena Pesawat C-130 adalah spesifikasi pesawat militer;

Bahwa keberadaan fasilitas militer milik Amerika Serikat berpotensi menarik Indonesia kepada konflik regional, karena dapat menjadi target sah bilamana terjadi peperangan antara Amerika Serikat dengan negara sahabat lainnya yang selama ini menjadi pesaing Amerika Serikat, sehingga bertentangan dengan prinsip politik bebas aktif yang dianut oleh Indonesia;

Bahwa posisi Bandara Kertajati yang rencananya akan diberikan menjadi fasilitas militer Amerika Serikat, berjarak hanya sekitar 160 kilometer dari Ibukota DKI Jakarta, sehingga juga cukup rawan dari segi keamanan nasional;

Bahwa berkaca dari perang Amerika Serikat dengan Iran, fasilitas militer Amerika Serikat justru membahayakan dan merugikan bagi negara yang menjadi tuan rumah bagi fasilitas militer tersebut, sehingga bukan tidak mungkin hal sama dapat menimpa Indonesia;

Bahwa Saudara Menteri Pertahanan pernah menjadi ajudan Presiden Soeharto, yang dengan segala kekurangannya tetap teguh menjunjung tinggi kedaulatan negara dengan menolak permintaan Amerika Serikat untuk mendirikan pangkalan militer di Indonesia, harusnya Saudara Menteri Pertahanan dapat mengambil pelajaran;

Bahwa Bandara Kertajati, Jawa Barat adalah Proyek Strategis Nasional yang dibangun untuk kepentingan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan untuk kepentingan asing, apalagi seperti Amerika Serikat, yang selalu menjadi biang masalah destabilisasi wilayah;

Bahwa oleh karena tidak ada manfaat dan akan membahayakan keselamatan rakyat, maka dengan ini kami MENOLAK keberadaan fasilitas militer Amerika Serikat di Indonesia.

Demikian pernyataan ini dibuat, semoga Allah SWT senantiasa melindungi bangsa Indonesia dari makar-makar jahat musuh-musuh Allah SWT.

Jakarta, 9 Dzulhijjah 1447 H / 26 Mei 2026 M

DEWAN PIMPINAN PUSAT – FRONT PERSAUDARAAN ISLAM

HB. Muhammad Alattas, Lc., M.A.
Ketua Umum

HB. Ali Abubakar Alattas, S.H.
Sekretaris Umum