Damai Lubis: Komdigi Di bawah kepemimpinan Mutya Hafid cenderung disfungsi ?

 


Selasa, 5 Mei 2026

Faktakini.info

Komdigi Di bawah kepemimpinan Mutya Hafid cenderung disfungsi ?

Kementerian Komunikasi dan Digital memiliki tugas utama merumuskan dan menetapkan kebijakan terkait infrastruktur digital, teknologi pemerintahan digital, serta ekosistem digital.Fokus utama Mutya Hafid tertuang dalam beberapa poin penting:

* Pemberantasan Judi Online & Keamanan Siber: Memperkuat pakta integritas internal dan memperketat pengawasan ruang digital untuk meminimalisir judi online dan kebocoran data.

* Percepatan Transformasi Digital: Mempercepat digitalisasi sektor pemerintahan dan memperluas konektivitas internet yang lebih merata.

* Penyediaan Internet Merata: Meningkatkan kualitas penyediaan layanan internet, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 

* Penguatan Teknologi Pemerintah Digital: Mengarahkan Direktorat Jenderal terkait untuk mempercepat adopsi teknologi dalam pelayanan publik guna mencegah korupsi.

* Pengawasan Ruang Digital: Mengelola keamanan siber dan memastikan ruang digital Indonesia yang lebih aman dan produktif.

Sehingga fungsi tugas dari Mutya yang terpenting adalah bukan mengkoreksi lalu take down sebuah media sosial yang narasinya datang dari para tokoh bangsa atau para aktivis yang sedang menjalankan fungsi kebebasan berpendapat sebagai wujud implementasi dalam menjalankan kebebasan berpendapat, diantaranya menyampaikan kritik, protes dan masukan termasuk menyampaikan petisi adalah sebagai bagian makna dari substantif demokrasi bagi setiap WNI yang dijamin oleh undang undang (UU. Nomor 9 Tahun 1998).

Sehingga lebih ideal bagi Mutya adalah memfungsikan diantara tugas pokoknya, sehingga yang efektif salah satunya adalah lebih fokus dalam pemberantasan perjudian online.

Jika tugas Mutya sekedar take down media sosial, untuk apa ada aparatur Polri bidang cyber ? Jika sekedar take down konten di media sosial, itu sama atau nyaris mirip dengan netizen. Bahkan bisa jadi tuduhan publik kepada Mutya hanya "carmuk kepada Teddy agar tidak terkena reshuffle" ?

Damai Hari Lubis

Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)