Ali Khamenei Bapak Advokasi Palestine
Kamis, 28 Mei 2026
Faktakini.info
Ali Khamenei Bapak Advokasi Palestine
Prof. Dr. H. Eggi Sudjana., SH., MSI. Pembina KORLABI - H. Damai Hari Lubis, SH.,MH. (Ketua KORLABI).
Tidak retorik melalui omon omon tapi serius Ali Khamenei telah membuktikan dengan nyawanya melaksanakan kewajiban setiap Muslim yang mesti kuat, bersatu melawan bangsa asing atau bangsa apapun yang mendzhalimi ummat muslim.
Ali Khamenei telah mempraktikkan perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan firmanNYA:
وَا عْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَا ذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَ صْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖۤ اِخْوَا نًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّا رِ فَاَ نْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk." Jo. QS. Ali 'Imran 3 Ayat 103: Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 104).
Maka perintah Allah Tuhan seru sekalian alam telah dipraktikan oleh Ali Khamenei dengan membela Bangsa Palestine, sekaligus mengajari makna hakiki daripada Amar ma'ruf nahi munkar sebuah prinsip dasar dalam ajaran Islam yang bukan sekedar "menyuruh berbuat kebaikan dan mencegah kemunkaran (kejahatan)", andai dirujuk dengan break down menjadi lebih berkejelasan melalui beberapa Surah lainnya:
1. Surah Al-Hajj Ayat 39: Menjadi dasar hukum diizinkannya perang bagi umat Islam karena mereka dizalimi dan dianiaya oleh musuh.
2. Surah An-Nisa Ayat 75: Perintah tegas untuk membela dan memerangi penindas demi menyelamatkan kaum yang lemah (tertindas).
3. Surah Al-Baqarah Ayat 190-193: Perintah untuk memerangi mereka yang memerangi umat Islam terlebih dahulu, sebagai wujud perlawanan terhadap penindasan dan fitnah.
Dan dalam sejarah gelap dunia modern nyata terbukti sifat sifat buruk tersebut dilakukan secara Terstruktur, Sistimatis dan Masiv (TSM) oleh Jewish terhadap bangsa Palestine. Kemudian pelaku perlawanannya telah diimplementasikan oleh Ali Khamenei Sang Mullah Negara Iran, yang pantas juga disebut pemimpin ulama dan masyarakat Muslim Dunia, bahkan suri tauladan bagi sosok sosok pemimpin dunia (Lintas Sara).
Ali Khamenei dengan kematiannya membuktikan perlawanannya terhadap segala bentuk penjajahan baik kepada Jewis maupun para sekutunya dengan cerminan "ikut berdarah dan merasa tersakiti" sesuai konsep Rasulullah SAW tentang ukhuwah (persaudaraan) dalam Islam, melalui "konsep perumpamaan" bahwa orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan berempati di antara mereka bagaikan satu tubuh. Bila satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh turut merasakan panas dan demam " (HR. Muslim).
_Maka layak KORLABI (Komando Koordinator Pelaporan Bela Islam) "proklamirkan" Ali Khamenei adalah Seorang Tokoh Advokasi Bangsa Palestine, Jasmerah sesuai data empirik Beliau syahid wujud refleksikan diri merujuk konsep ukhuwah "persaudaraan" Rasulullah SAW._
Serta satu ayat lagi terdapat penegasan janji Allah pada Surah Al-Isra Ayat 81, Bahwa umat Islam harus menegakkan kebenaran dan melenyapkan kebatilan, karena kebatilan pasti akan hancur.
Lalu akan kah frase terakhir pada ayat 81 Surah Al Isra realitas ? Bahwa "kebatilan pasti akan hancur", hal ini yakin absolut terjadi, namun ketika para pemimpin bangsa mayoritas islam utamanya Saudi Arabia selaku penanggung jawab Dua Kota Suci Makkah dan Madinah dan pemimpin Indonesia serius (kaffah) "cinta sampai mati terhadap perintah Allah" dengan pola menggunakan konsep Rasulullah, _tidak praktikum 'omon-omon yang justru men down great perintah esensial Kitabullah'_
