Ulama Madura Datangi DPP PKS, Dukung Habib Aboe Bakar Berantas Narkoba
Jum'at, 17 April 2026
Faktakini.info, Jakarta - Peredaran narkoba di lingkungan pondok pesantren perlu diwaspadai semua pihak. Terutama oleh para kiai dan ulama yang memiliki peran penting dalam menjaga lembaga pendidikan itu tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Hal itu disampaikan KH Mahrus Abdul Malik, pengasuh Pondok Pesantren Al Ihsan Jrangoan Sampang. "Pesantren harus benar-benar dijaga. Kami memohon kepada para kiai untuk turut menjaga perjuangan ini," katanya, Kamis, 16 April 2026.
Pernyataan Mahrus ini merupakan tindak lanjut dari semangat Habib Aboe Bakar Alhabsyi, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS yang turut dalam pemberantasan narkoba.
Oleh karena itu, ia mengajak kiai dan ulama yang tergabung dalam Aliansi Ulama Madura (AUMA) dan Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA) mendukung komitmen dari legislator Senayan tersebut.
“Saya pengasuh Pondok Pesantren Al Ihsan Jrangoan mengharapkan bantuan para kiai, khususnya AUMA dan BASSRA untuk mendukung Habib Aboe Bakar Alhabsyi (yang turut memberantas narkoba di lingkugan pesantren),” jelas Mahrus.
Sebelumnya, Aboe Bakar sempat menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum di lingkungan pesantren dan ulama di Madura dalam jaringan narkoba.
Pernyataan itu disampaikannya dalam rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Badan Narkotika Nasional dan Bareskrim Polri di Madura pada 7 April 2026.
Pernyataan itu akhirnya ramai diperbincangkan dan menyinggung ulama dan kiai. Kemudian, Aboe Bakar buru-buru menyampaikan permohonan maaf atas pernyatannya tersebut.
Sumber: Komunitas Kabar Madura
