Jusuf Kalla Desak Jokowi Tunjukkan Ijazahnya

 


Kamis, 9 April 2026

Faktakini.info, Jakarta - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, memberikan solusi agar kasus ijazah Presiden RI ke-7, Joko Widodo, tidak berlarut-larut.

Menurut JK, polemik tersebut telah merugikan berbagai pihak, mulai dari waktu hingga biaya, sekaligus menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Ya sebenarnya kasus ini kan sudah 2 tahun, 3 tahun. Meresahkan masyarakat, merugikan waktu, merugikan Pak Jokowi, merugikan semua. Puluhan miliar uang habis untuk apakah itu pengacara, apakah itu seperti saya ini, waktu saya hilang, dilibatkan,” kata JK usai membuat laporan di Bareskrim Polri, Rabu (8/4/2026).

Kedatangan JK ke Bareskrim juga terkait laporan dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong terhadap peneliti forensik digital, Rismon Hasiholan Sianipar.

Sebelumnya, Rismon menuding JK mendanai polemik ijazah Jokowi hingga Rp5 miliar. JK menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah dan penghinaan terhadap dirinya.

JK menegaskan, sejatinya ijazah Presiden Jokowi adalah asli. Ia menyarankan agar Jokowi segera memperlihatkan dokumen tersebut untuk menghentikan polemik.

“Sebenarnya sederhana persoalannya, karena saya yakin Pak Jokowi punya ijazah asli. Ya sebenarnya kita stop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya kan yang asli. Saya yakin itu, itu saja. Supaya ini, habis waktu kita,” ujarnya.

Selain kerugian waktu dan biaya, JK menyoroti dampak sosial yang muncul dari polemik ijazah, yang memicu perpecahan di kalangan masyarakat yang pro maupun kontra.

“Saya yakin Pak Jokowi mengerti bagaimana kerugian sosial kita, masalah 2–3 tahun ini. Tinggal dikasih lihat, selesai. Tinggal dikasih lihat masyarakat saja selesai,” kata JK.


“Saya yakin dan pasti Pak Jokowi tidak menginginkan sebagaimana Presiden tidak menginginkan masyarakatnya pecah belah karena soal kecil ini,” imbuhnya.