Kasus Pembunuhan Iwan Setiawan di Cianjur Masih Diselidiki, Polisi Buru Pelaku yang Diduga Kabur
Kamis, 9 April 2026
Faktakini.info, Jakarta - Aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan terhadap Iwan Setiawan yang terjadi di wilayah Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Hingga saat ini, pelaku diduga masih dalam pelarian dan sedang dalam pencarian intensif oleh pihak kepolisian.
Peristiwa pembunuhan tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis, 26 Maret 2026 sekitar pukul 23.50 WIB di sebuah rumah kontrakan yang berada di wilayah Desa Cinangsi, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur.
Berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan (SP2HP) dari Polsek Cikalongkulon, Kamis (9/4/2026), laporan polisi telah diterima dan saat ini perkara tengah memasuki tahap penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut oleh Unit Reserse Kriminal.
Kapolsek Cikalongkulon melalui keterangan resmi menyampaikan bahwa pihak kepolisian terus mengumpulkan alat bukti serta meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap secara terang peristiwa tersebut.
“Proses penyelidikan masih berlangsung. Tim penyidik terus bekerja untuk mengungkap pelaku serta motif di balik tindak pidana pembunuhan ini,” demikian keterangan pihak kepolisian.
Dalam penanganan perkara tersebut, penyidik yang ditunjuk juga membuka komunikasi dengan pihak pelapor guna mempercepat proses pengungkapan kasus. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian maupun keberadaan terduga pelaku agar segera melapor kepada aparat kepolisian terdekat.
Kasus ini menimbulkan perhatian masyarakat setempat, mengingat peristiwa terjadi di lingkungan permukiman warga. Aparat memastikan upaya pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan hingga berhasil ditangkap.
Hingga berita ini diturunkan, pelaku pembunuhan terhadap Iwan Setiawan diduga masih kabur dan dalam pencarian aparat kepolisian. Masyarakat berharap pelaku segera tertangkap agar proses hukum dapat berjalan dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarga yang ditinggalkan.
Diketahui, korban telah bekerja hampir dua tahun bersama Asep dan tinggal seorang diri di kontrakan tersebut. Beberapa waktu sebelum kejadian, korban sempat bercerita mengenai seorang teman lamanya yang pernah menginap. Setelah kejadian tersebut, uang modal sebesar Rp5 juta milik korban dilaporkan hilang.
“Korban pernah cerita ada temannya yang menginap, tapi besoknya uangnya hilang. Orang itu dicari tapi tidak ketemu sampai sekarang,” katanya.
Korban juga sempat mencoba memposting informasi melalui media sosial Facebook dengan mengunggah foto teman yang menginap tersebut dan menanyakan kepada publik.
Meski demikian, saat ditemukan, sepeda motor korban masih berada di lokasi. Asep mengaku tidak melihat secara pasti apakah ada barang lain yang hilang.
Jenazah korban juga telah di autopsi. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.
Petugas dari Polsek Cikalongkulon segera datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit guna keperluan autopsi.
Dari hasil informasi sementara, motif pembunuhan diduga berkaitan dengan pencurian uang. Uang tunai sekitar Rp.5 juta serta saldo uang dalam aplikasi ATM milik korban dilaporkan hilang.
Fakta lain yang menguatkan dugaan tersebut adalah kejadian dua minggu sebelum pembunuhan, ketika korban kehilangan uang Rp.5 juta setelah seorang teman lamanya menginap di kontrakan.
Korban bahkan sempat mengunggah foto orang yang diduga pelaku di akun Facebook miliknya, meminta bantuan publik untuk mengenali sosok tersebut.
Tak lama setelah unggahan itu viral, orang yang diduga pelaku disebut sempat datang menemui korban dan bahkan berboncengan menuju kontrakan korban.
Korban dan terduga pelaku diketahui pernah bekerja bersama di salah satu perusahaan di Cianjur.
Kini warga menduga kuat pembunuhan ini berkaitan dengan dendam sekaligus motif pencurian.
Foto: Ilustrasi pembunuh
