Aksi di Bogor, KH Shobri Lubis Ingatkan Pemerintah RI Soal Board of Peace
Sabtu, 11 April 2026
Faktakini.info, Jakarta - Majelis Ukhuwah Kota Bogor menggelar Aksi Bela Palestina pada Jumat (10/4/2026) yang diawali dengan longmarch dari Masjid Raya menuju halaman Tugu Kujang, Kota Bogor. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah ulama, pimpinan ormas Islam, majelis taklim, serta masyarakat umum sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina.
Dalam aksi tersebut, para peserta menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina sekaligus kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan yang dinilai terus memburuk.
Ketua Pecinta Al-Aqsha, KH Ahmad Shabri Lubis, dalam orasinya menekankan pentingnya memperkuat keyakinan dan solidaritas umat Islam dalam merespons situasi di Palestina.
“Di sini kita memperteguh keyakinan dan solidaritas bahwa Masjid Al-Aqsha, Palestina, dan umat Islam memiliki keterikatan satu sama lain. Kita tidak bisa membiarkan Palestina dizalimi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi warga Palestina yang ditawan dan dinilainya sangat memprihatinkan. Menurutnya, ribuan warga sipil, termasuk perempuan, anak-anak, dan lansia, mengalami berbagai bentuk kekerasan.
“Kita melihat ada sekitar 11 ribu warga Palestina yang ditawan. Mereka mengalami penyiksaan dan kekerasan. Umat Islam wajib membantu mereka semampu kita,” katanya.
Karena itu, pihaknya menolak undang-undang yang baru saja disetujui parlemen Israel untuk memberlakukan hukuman mati terhadap tawanan Palestina.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung polemik kebijakan keikutsertaan Pemerintah Indonesia dalam Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Donald Trump yang dinilai tidak mencerminkan aspirasi masyarakat.
“Sampai sekarang juga masih belum mau keluar dari BOP. Sudah jelas merugikan rakyat Indonesia. Itu bukan atas nama rakyat Indonesia, Hampir semua kalangan menolak yang namanya BOP. Majelis Ulama Indonesia menolak. Ormas-ormas Islam mayoritas menolak. Mengapa masih dipertahankan? Cari muka siapa?” ujarnya.
Kiai Shabri juga menilai bahwa langkah tersebut berpotensi mencoreng moralitas bangsa. “Tetap bertahan di BOP, duduk bersama dan membuat kesepakatan dengan penjahat yang melanggar aturan. Ini moral bangsa kita mau ditaruh di mana?” ujarnya.
Di akhir orasinya, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (Persada) 212 itu menyerukan pentingnya menjaga moralitas bangsa serta meminta pemerintah agar tidak mengorbankan rakyat hanya untuk kepentingan tertentu.
“Kita sebagai umat Islam wajib mempertahankan moralitas. Rakyat Indonesia juga wajib mempertahankan moralitasnya. Kita meminta kepada pemerintah Indonesia untuk tidak mengorbankan aspirasi rakyat. Jangan mengorbankan rakyat hanya untuk kepentingan Israel dan sekutunya” jelas Kiai Shabri.
Ketua Umum DPP FPI, Habib Muhammad bin Hussein Alatas juga mengikuti aksi ini bersama para Ulama, Habaib dan tokoh lainnya.
Dalam orasinya, Habib Muhammad mengajak umat mendukung Iran dalam perjuangannya melawan serangan Amerika Serikat dan Israel, dan jangan mau dipecah belah dengan isu Sunni-Syi'ah.
Aksi ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas masyarakat dan melek terhadap isu palestina serta meningkatkan kepedulian sesama untuk memperjuangkan dan membebaskan Palestina.
Foto: KH Shobri Lubis
Sumber: suaraislam.id
