Pembunuhan Sadis di Cianjur: Pria Ditemukan Tewas Terikat, Diduga Dibunuh Rekan Sendiri Usai Kasus Uang Hilang
Sabtu, 28 Maret 2026
Faktakini.info, Jakarta - Seorang pria bernama Iwan Setiawan (31) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di sebuah kontrakan pada Kamis malam (26/3) di KP. Tarikolot Cinangsi Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur. Korban diduga menjadi korban pembunuhan, setelah ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta kepala tertutup plastik.
Korban diketahui bekerja sebagai penjaga agen layanan perbankan BRI Link di wilayah tersebut. Ironisnya, sebelum ditemukan tewas, korban sempat menghubungi rekannya pada dini hari.
Rekan kerja korban sekaligus pemilik agen, Asep Geni Ginayah, mengungkapkan bahwa pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, korban sempat meneleponnya. Namun panggilan itu tidak terangkat karena dirinya sudah tertidur.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh rekan kerja korban, Asep Geni Ginayah, yang juga merupakan pemilik Agen resmi Layanan Perbankan korban. Ia mengungkapkan bahwa terakhir kali melihat korban pada Rabu saat masih bekerja seperti biasa.
“Terakhir ketemu hari Rabu, masih kerja. Tapi Kamis dini hari sekitar jam 2, korban sempat menelepon saya, tapi tidak terangkat karena saya sudah tidur,” ujar Asep pada Jumat (27/3/2026).
Kecurigaan mulai muncul saat korban tidak kunjung membuka tempat kerjanya keesokan pagi. Istri korban sempat mencoba mendatangi kontrakan dan memanggil, namun tidak ada jawaban. Kondisi pintu kontrakan saat itu dalam keadaan terkunci.
“Sempat didatangi pagi dan sore, tapi tidak ada respons. Biasanya kunci disimpan di atas pintu, tapi waktu itu tidak ada,” lanjutnya.
Malam harinya, sekitar pukul 22.30 WIB, Asep bersama rekan lainnya kembali mendatangi kontrakan karena merasa ada yang tidak beres. Mereka juga sempat menghubungi pengelola kontrakan untuk mencari kunci cadangan.
Saat tiba di lokasi, mereka melihat sepeda motor korban masih terparkir di dalam, sementara pintu depan terkunci. Hal ini semakin menimbulkan kecurigaan. Asep kemudian masuk melalui pintu belakang yang tidak terkunci.
“Pas masuk, korban sudah dalam kondisi terikat. Tangan dan kaki diikat, kepalanya ditutup plastik. Ada luka di bagian leher, seperti sayatan,” ungkapnya.
Mengetahui kejadian tersebut, Asep langsung melaporkan ke pihak kepolisian. Petugas dari Polsek setempat pun segera datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Diketahui, korban telah bekerja hampir dua tahun bersama Asep dan tinggal seorang diri di kontrakan tersebut. Beberapa waktu sebelum kejadian, korban sempat bercerita mengenai seorang teman lamanya yang pernah menginap. Setelah kejadian tersebut, uang modal sebesar Rp5 juta milik korban dilaporkan hilang.
“Korban pernah cerita ada temannya yang menginap, tapi besoknya uangnya hilang. Orang itu dicari tapi tidak ketemu sampai sekarang,” katanya.
Korban juga sempat mencoba memposting informasi melalui media sosial Facebook dengan mengunggah foto teman yang menginap tersebut dan menanyakan kepada publik.
Meski demikian, saat ditemukan, sepeda motor korban masih berada di lokasi. Asep mengaku tidak melihat secara pasti apakah ada barang lain yang hilang.
Saat ini, jenazah korban masih berada di rumah sakit untuk keperluan autopsi. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.
Petugas dari Polsek Cikalongkulon segera datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit guna keperluan autopsi.
Dari hasil informasi sementara, motif pembunuhan diduga berkaitan dengan pencurian uang. Uang tunai sekitar Rp.5 juta serta saldo uang dalam aplikasi ATM milik korban dilaporkan hilang.
Fakta lain yang menguatkan dugaan tersebut adalah kejadian dua minggu sebelum pembunuhan, ketika korban kehilangan uang Rp.5 juta setelah seorang teman lamanya menginap di kontrakan.
Korban bahkan sempat mengunggah foto orang yang diduga pelaku di akun Facebook miliknya, meminta bantuan publik untuk mengenali sosok tersebut.
Tak lama setelah unggahan itu viral, orang yang diduga pelaku disebut sempat datang menemui korban dan bahkan berboncengan menuju kontrakan korban.
Korban dan terduga pelaku diketahui pernah bekerja bersama di salah satu perusahaan di Cianjur.
Kini warga menduga kuat pembunuhan ini berkaitan dengan dendam sekaligus motif pencurian.
Kasus ini juga menimbulkan keresahan di masyarakat karena pelaku diduga masih berkeliaran.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif pasti di balik pembunuhan keji tersebut.
Warga berharap aparat penegak hukum bergerak cepat memburu pelaku, karena pembunuhan dengan cara sadis seperti ini dinilai telah meresahkan masyarakat.
“Pelaku harus segera ditangkap. Ini sudah sangat sadis dan membuat warga takut”, ujar seorang warga.
“Kami berharap pelaku segera tertangkap dan keluarga korban diberi ketabahan,” ujar warga lainnya.
Foto: Garis polisi terpasang di rumah kontrakan lokasi ditemukannya pria berinisial IS (31) dalam kondisi tewas mengenaskan di Kampung Tarikolot, Cikalongkulon, Cianjur, Kamis (26/3/2026) malam. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian. Foto: Fauzi/CianjurUpdate
Sumber: cianjurupdate.com, mediainvestigasi.net

