Persada 212 & Pecinta Al Aqsha Gelar FGD; Tolak Board Of Peace Besutan Trump.

 


Kamis, 5 Februari 2026

Faktakini.info

Persada 212 & Pecinta Al Aqsha Gelar FGD; Tolak Board Of Peace Besutan Trump.

Jakarta - Persaudaraan Alumni 212 (Persada 212) bersama Persaudaraan Cinta Al Aqsha (Pecinta Al Aqsha) menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Board of Peace: Perdamaian atau Neokolonialisme?” pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Hotel Sofyan Cut Meutia, Menteng, Cikini, Jakarta Pusat.

FGD ini diselenggarakan untuk menggali dan mengkaji secara mendalam posisi serta dampak keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace besutan trump, apakah benar berorientasi pada upaya perdamaian global atau justru mengandung agenda neokolonialisme yang dapat merugikan umat Islam dan bangsa Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh Islam, cendekiawan, aktivis, dan perwakilan ormas serta NGO.

Sejumlah tokoh, aktivis dan narasumber yang hadir pada acara tersebut antara lain ; KH. Muhyiddin Junaidi (Majelis Ulama Indonesia), Ust. Fahmi Salim (Al Aqsa Institute), Ust. Nazar Haris (Persatuan Umat Islam/PUI), Habib Ali Al Attas (FPI), KH. Ahmad Rofi’i, M.A, KH. Badruddin Subki, Achmad Mihdan, S.H., M.H. serta tokoh dan aktivis lainnya.

Diskusi berlangsung secara dialogis dan terbuka, diawali dengan pemaparan pengantar dari Wakil Ketua Umum Persada 212, H. Munarman, S.H., M.H. dan dilanjutkan dengan pandangan kritis para narasumber, serta sesi tanya jawab bersama peserta.

Dari kegiatan Forum Group Discussion (FGD) tersebut menghasilkan pernyataan sikap yang disampaikan usai FGD berlangsung.

Dalam pernyataan sikapnya forum tersebut menyatakan sikap penolakan tegas terhadap Board of Peace (BoP) besutan Donald Trump, yang menurutnya bukan merupakan solusi yang adil bagi konflik Palestina dan justru berpotensi melegitimasi kezaliman global.

“Mencermati perkembangan geopolitik global terkait pembentukan Board of Peace (BoP) besutan Trump, yang merupakan pembajakan dari resolusi PBB 2803 tahun 2025, kami menyatakan sikap tegas menolak Board of Peace besutan Trump,” ujar KH Muhyiddin Junaidi, saat membacakan pernyataan sikap, Selasa (3/2/2026).

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan KH Muhyiddin tersebut dijelaskan pertimbangan sikap penolakan, yakni bahwa BoP tidak lahir dari keadilan, tetapi dari relasi kuasa global yang timpang dan menindas. BoP bukan solusi sejati perdamaian dunia, melainkan instrumen politik global yang sarat dengan kepentingan Amerika Serikat dan zionis Israel, yang selama ini menjadi aktor utama pelaku kezaliman sebagai penyebab konflik, perang, dan penjajahan modern.

“Ini adalah hipokrasi Perdamaian di tengah Genosida Palestina. Dunia menyaksikan genosida terbuka terhadap rakyat Palestina oleh Israel, namun para penggagas Board of Peace justru bungkam, bahkan melindungi pelaku kejahatan kemanusiaan. Perdamaian tanpa keadilan adalah kebohongan moral,” tegas KH Muhyiddin.

Disebutkan, misi dan struktur BoP sebagaimana tercantum dalam Charter (piagam) BoP, adalah jelas justru menempatkan bangsa Palestina, khususnya para pejuang kemerdekaan sebagai sumber masalah keamanan bagi Israel.

Dengan misi utama melucuti senjata perlawanan pejuang kemerdekaan sebagai prasyarat utama rekonstruksi Gaza, menurut para ulama dan tokoh, jelas telah menghilangkan hak bangsa Palestina untuk mempertahankan diri, sekaligus menghapus hak kemerdekaan bangsa Palestina.

“Bantuan kemanusiaan berupa logistik kebutuhan hidup dan peralatan medis telah digunakan oleh BoP sebagai alat untuk menekan rakyat Gaza agar menyerahkan tanah mereka kepada otoritas bentukan BoP,” tegasnya.

Begitu juga apa yang disebut dengan pemulihan Otoritas di Gaza, menurut mereka, dengan nama National Committee for Administration of Gaza adalah merupakan reduksi problem fundamental penjajahan keseluruhan bangsa Palestina dan okupasi Al Aqsha menjadi seolah hanya masalah keamanan di wilayah Gaza semata. Lagi lagi menempatkan pejuang kemerdekaan sebagai entitas haram dan terlarang.

“Islam mengajarkan bahwa perdamaian hanya sah bila berdiri di atas keadilan (al-‘adl), kebenaran (al-haq), dan pembelaan terhadap yang tertindas (mustadh’afin). BoP justru berpotensi melegitimasi kezaliman dengan kemasan diplomasi,” tegasnya.

Setiap donasi untuk Gaza yang Anda berikan sangat berarti!

📌 Mari terus lanjutkan dukungan kita!

💳 Donasi Kemanusiaan Gaza:

🏦 BSI (Bank Syariah Indonesia)

📋 7900200913 a.n Persaudaraan Cinta Al-Aqsha

📲 Ikuti update kami:

📸 IG: instagram.com/pecinta.alaqsha

📘 FB: facebook.com/Pecinta.alaqsha

▶️ YT: youtube.com/@PecintaAlAqsha

🎶 TikTok: tiktok.com/@pecinta.al.aqsha

Barakallahu fiikum, semoga Allah lipatgandakan pahala dan keberkahan atas setiap kebaikan Bapak/ibu untuk saudara-saudara kita di Gaza. 🌙🤲


https://persada212.org/persada-212-pecinta-al-aqsha-gelar-fgd-tolak-board-of-peace-besutan-trump/