Penjual Gelar Habib dan Pemalsu Situs Rabithah Alawiyah Divonis 1,5 Tahun Penjara

 



Senin, 23 Februari 2026

Faktakini.info, Jakarta - Majelis hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan hukuman 1,5 tahun penjara kepada Janes Meliano Wibowo pada Kamis, 12 September 2024. Hakim Ketua Bawono Efendi menyatakan, Janes yang merupakan pemalsu situs Rabithah Alawiyah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat (1) Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Pelaku membuat surat keterangan habib palsu kepada korbannya. "Pidana penjara selama satu tahun enam bulan dan pidana denda sebesar Rp 1 miliar, dengan ketentuan apabila terdakwa tidak dapat membayar sejumlah denda tersebut, maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan," tulis dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dikutip pada Kamis, 26 September 2024.

Hukuman tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum yang meminta hukuman terhadap Janes selama dua tahun penjara. Namun jumlah denda dalam putusan tetap sama dengan tuntutan jaksa.

Dalam kasus ini, Janes Meliano membuat situs palsu Rabithah Alawiyah pada Desember 2023. Dia menggunakan situs itu untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dari korban yang ingin membuat catatan nasab yang seolah-olah diterbitkan secara resmi oleh Rabithah Alawiyah.

Rabithah Alawiyah merupakan lembaga resmi yang mencatat silsilah seseorang yang mengklaim memiliki kekerabatan dengan Nabi Muhammad. Namun klaim itu akan diuji apakah benar atau tidaknya. 

Rabithah Alawiyah juga bekerjasama dan bersinergi dengan lembaga pencatatan resmi keturunan Nabi Muhammad SAW yang berada di seluruh dunia seperti Naqobah Asyraf di Mesir, Iraq, Hijaz, Yaman, Lebanon, Turki dan lainnya.

Janes Meliano memfasilitasi keinginan korban, supaya korban dianggap sebagai habib dengan bukti surat keterangan nasab palsu. Dia memungut biaya pembuatan sebesar Rp 2-4 juta per orang dan meraup total keuntungan Rp 18,5 juta.

"Terdakwa pergunakan untuk biaya kuliah dan biaya hidup sehari hari," dikutip dari surat dakwaan jaksa penuntut umum.

Menanggapi putusan tersebut, Ketua Departemen Hukum dan Legal Rabithah Alawiyah, Ahmad Ramzy Ba'abud, menyatakan bersyukur atas putusan terhadap Janes. Namun sebagai pelapor dalam kasus habib palsu ini, dia tetap memaafkan pelaku.

"Karena terdakwa telah menyatakan permintaan maafnya, menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, serta juga bertaubat dengan menggunakan lambang Rabithah Alawiyah untuk memperjualbelikan nasab silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW," ucap Ramzy dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 24 September 2024.

Dia mengimbau agar tidak ada lagi perbuatan serupa terjadi kembali. Ramzy menyatakan tidak segan untuk melaporkan perbuatan tindak pindana serupa yang terjadi.

Masyarakat diimbau untuk jangan percaya bila ada pihak yang menghubungi dan menawarkan bisa membikinkan buku nasab Rabithah Alawiyah apalagi dengan meminta imbalan jutaan rupiah. Bisa dipastikan itu adalah penipuan seperti yang telah dilakukan oleh JMW dan komplotan penipu sejenisnya. 

Paspor nasab Rabithah Alawiyah tidak bisa dibeli dengan harga berapapun oleh kalangan diluar sadah Alawiyyin dzurriyah Rasulullah SAW.

Sebelumnya beredar kabar sejumlah orang terkenal termasuk Oma Irama juga sempat dihubungi dan dijadikan target oleh komplotan penipu tersebut.

Sumber: tempo.co.id dan lainnya.

Foto: Polisi menangkap tersangka dugaan pemalsuan situs organisasi keagamaan Rabithah Alawiyah, Rabu, 28 Februari 2024. Pelaku menawarkan sertifikasi habib melalui jalur belakang dengan biaya Rp 4 juta per nama dalam situs itu. Dok. Dirreskrimsus Polda Metro Jaya.