Sekte Imad PWI-LS Serang Nasab Habaib: Ketika Hasad Naik Pangkat Jadi Ideologi Kesesatan

 


Senin, 26 Januari 2026

Faktakini.info, Jakarta - Fitnah Nasab, Delusi Keturunan, dan Pemberontakan Terhadap Ijma’ Umat.

Tidak ada kebohongan yang lebih telanjang dalam sejarah Islam modern selain fitnah Sekte Imaduddin bin Sarmana bin Arsa PWI-LS terhadap nasab para Habaib. Ini bukan perbedaan pendapat, bukan kajian ilmiah, dan bukan kritik akademik. Ini adalah pemberontakan terbuka terhadap ilmu, sanad, ijma’, dan akal sehat.

MASALAH UTAMA SEKTE IMAD: BUKAN ILMU, TAPI HASAD

Dalam Islam, hasad adalah penyakit hati.

Pada Sekte Imad, hasad bermutasi menjadi ideologi.

Mereka tidak terganggu oleh kurangnya bukti, karena bukti sudah terlalu banyak.

Yang mengganggu mereka adalah satu hal:

Kemuliaan nasab Habaib yang tak bisa mereka rebut.

NASAB HABAIB: SUDAH MUTAWATIR, TITIK.

Nasab Ba‘alawi bukan:

❌ klaim personal

❌ cerita lisan

❌ propaganda keturunan

Ia adalah NASAB MUTAWATIR, artinya:

Mustahil seluruh ulama, naqobah, dan ahli nasab lintas abad bersepakat berdusta.

Fakta yang MEMATIKAN:

✔ Diakui seluruh Naqobah Asyraf dunia

✔ Dicatat dalam kitab-kitab turats mu‘tabar

✔ Diterima oleh ijma’ amali Ahlussunnah wal Jamaah

✔ Dihormati oleh ulama Hijaz, Yaman, Syam, Mesir, Maghrib, India, Nusantara

Menolak nasab Habaib bukan ijtihad —

itu pembangkangan terhadap ilmu nasab sebagai disiplin ilmiah.

SEKTE IMAD: MENOLAK SEMUA OTORITAS, MENGAGUNGKAN EGO

Inilah pola kebodohan sistemik mereka:

Menolak Naqobah Asyraf internasional

Menertawakan kitab-kitab ulama

Menginjak ijma’ ratusan tahun

Lalu mengangkat klaim diri sendiri sebagai “yang paling sahih”

Ini bukan keberanian ilmiah.

Ini sindrom Dunning–Kruger berjubah agama.

KLAIM PALING MEMALUKAN SEPANJANG SEJARAH NASAB

Puncak kebejatan intelektual terjadi ketika Ketua PWI-LS, Abbas Tompel atau disingkat Bastom, secara terbuka mengklaim:

“Saya cucu Sayyidina Husain dan Rasulullah SAW yang paling sahih.”

Satu pertanyaan mematikan:

Bastom diakui oleh Naqobah Asyraf dunia yang mana?

Jawaban jujurnya:

Tidak satu pun.

Maka secara ilmiah:

Klaim tanpa pengakuan otoritas = dongeng pribadi.

KAIDAH FIQH: MEMFITNAH AHLUL BAIT ADALAH DOSA BESAR

Para ulama Ahlussunnah wal Jamaah ijma’:

Menyakiti Ahlul Bait Rasulullah SAW adalah dosa besar.

Imam Ahmad bin Hanbal:

“Jika engkau melihat seseorang merendahkan Ahlul Bait Nabi, maka ketahuilah ada cacat dalam akidahnya.”

Ibnu Hajar al-Haitami:

“Orang yang menyakiti dzurriyah Nabi telah menyakiti Rasulullah.”

Maka apa yang dilakukan Sekte Imad bukan sekadar salah,

tetapi berbahaya bagi iman dan manhaj.

MANHAJ SEKTE IMAD: PENYIMPANGAN NYATA

Ciri-ciri manhaj menyimpang mereka:

❌ Anti sanad

❌ Anti ijma’

❌ Anti otoritas ulama

❌ Pro ego & klaim pribadi

❌ Memusuhi Ahlul Bait

Ini bukan Aswaja,

ini pemberontakan terhadap Aswaja.

BANTAHAN AKADEMIK FINAL (TANPA AMPUN)

Dalam ilmu:

Mutawatir tidak bisa dikalahkan opini

Ijma’ tidak bisa dibatalkan ego

Naqobah resmi tidak bisa dikalahkan grup WA

Sanad tidak tumbang oleh teriakan

Dengan 4 kaidah ini saja:

SEKTE IMAD PWI-LS HANCUR TOTAL.

KESIMPULAN AKHIR (PALU GODAM)

Sekte Imad bukan korban kebingungan,

mereka pelaku pembelokan.

Mereka tidak mencari kebenaran,

mereka menuntut pengakuan.

Dan selama hasad dijadikan jalan,

mereka akan terus tenggelam dalam kesesatan,

bukan karena kurang bukti,

tetapi karena memusuhi cahaya ilmu dan Ahlul Bait Rasulullah SAW.

PERINGATAN UNTUK UMAT

Menolak nasab Habaib yang mutawatir

= menolak ijma’

= merobek sanad

= membuka pintu kesesatan massal.

Waspadalah.