HILMI FPI Sulsel Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera
Ahad, 14 Desember 2025
Faktakini.info
Fly over Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, dalam beberapa hari terakhir menjelma menjadi ruang kemanusiaan. DPD Front Persaudaraan Islam (FPI) Sulawesi Selatan bersama sayap juangnya, DPD Hilmi Sulawesi Selatan, menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban bencana di Aceh, Sumatra, dan wilayah sekitarnya. Di tengah lalu lintas yang padat, Sabtu (13/12/2025), kepedulian justru mengalir tanpa henti.
Aksi ini berlangsung secara tertib, terbuka, dan humanis. Para relawan menyapa para pengguna jalan dengan santun, sementara masyarakat yang melintas turut ambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang berhenti sejenak, ada pula yang menyumbang sambil berlalu, namun semuanya disatukan oleh satu tujuan: meringankan beban saudara-saudara yang tengah diuji musibah.
Kegiatan kemanusiaan ini dikoordinasikan oleh Pak Boby Iskandar selaku koordinator lapangan, dengan pengelolaan amanah donasi dipercayakan kepada Pak Yosbah Yahya sebagai bendahara. Seluruh rangkaian kegiatan dibantu para laskar yang bertugas di lapangan, baik dalam teknis penggalangan dana maupun pengamanan lokasi, sehingga kegiatan berjalan lancar dari awal hingga akhir.
Atas dasar menjaga keikhlasan dan adab dalam bersedekah, panitia tidak merinci perolehan donasi harian secara terbuka. Namun secara keseluruhan, total donasi yang berhasil dihimpun dari aksi kemanusiaan ini mencapai Rp 8.357.000. Jumlah tersebut menjadi cermin kuatnya solidaritas masyarakat Makassar terhadap penderitaan saudara-saudara mereka di Aceh dan Sumatra.
Panitia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyambung aliran kebaikan ini. Donasi, doa, serta dukungan moral masih sangat dibutuhkan hingga para korban bencana dapat bangkit dan kembali menata kehidupan mereka.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta‘ala menerima seluruh sedekah sebagai amal jariyah, melindungi para korban bencana, serta mengganti setiap kesulitan dengan kelapangan dan pertolongan-Nya.
Allahumma farrih ‘an ikhwānina al-muṣābīn, warfa‘ ‘anhum al-bala’, wa taqabbal minnā wa minhum bi raḥmatik.


