CERITA SATU-SATUNYA KORBAN SELAMAT DI LANTAI 3 PT TERRA DRONE: "SIANG MAKAN BARENG, SORE MEREKA MENINGGAL"

 



Kamis, 11 Desember 2025

Faktakini.info, Jakarta - SA (20), satu-satunya karyawan yang selamat dari lantai 3 saat kebakaran di kantor PT Terra Drone di Kemayoran, menceritakan pengalaman traumatis saat menyaksikan rekan-rekannya terjebak di gedung.

Ia berhasil turun saat ledakan terjadi dan asap tebal memenuhi ruangan, sementara beberapa rekan masih berada di lantai atas dan dalam kondisi panik.

Beberapa rekan SA sempat menghubungi SA dari lantai atas karena kehabisan napas dan membutuhkan pertolongan.

Hal itu dipaparkan oleh ibunda SA, Dea Anjani (52), yang mendapatkan cerita dari putrinya.

“Dia syok sekali. Terus temannya tadi nelepon pas dia udah di bawah, temannya masih di atas. Kata temennya, 'Gue udah enggak kuat, tolongin gue, tolong gue,' gitu kata anak saya,” kata Dea Anjani, dikutip dari KOMPAS-com, Rabu (9/12/2025).

SA berhasil selamat setelah segera turun begitu mendengar ledakan dari bawah sekitar pukul 12.00 WIB.

Sesampainya di luar, ia menangis dan merasa lega karena berhasil selamat, namun ia menyadari sebagian rekan kerjanya tidak tertolong.

“Iya, tiba-tiba meledak saja. Pas bunyi ‘bum’ gitu, anak saya langsung sigap dia ke bawah. Alhamdulillah bisa selamat,” terang Dea.

“Anak saya nangis pas ketemu saya. Dia bilang ‘aku selamat ibu, aku selamat’,” tuturnya.

Meski begitu, SA sangat terpukul karena beberapa jam sebelumnya ia masih bercengkerama dengan teman-temannya, termasuk makan siang bersama bos dan rekan-rekannya.

“Anak saya cerita, tadi pagi masih ngobrol sama bosnya, masih sama temen-temennya pas makan siang. Lalu tiba-tiba mereka sudah meninggal,” papar Dea.

Sebagai staf HRD, SA bertanggung jawab mendata karyawan yang selamat maupun meninggal, yang membuatnya semakin tertekan secara emosional karena harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan rekan-rekannya.

Kronologi kejadian dan jumlah korban

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, kejadian kebakaran berawal pukul 12.30 WB saat ada baterai drone yang terbakar di lantai I gedung.

Kebakaran itu sempat dipadamkan oleh karyawan PT Terra Drone, tetapi ternyata api sudah menyebar.

"Kemudian ternyata baterai terbakar ini menyebar karena di lantai I ini adalah salah satu tempat gudangnya," tutur Susatyo dikutip dari KOMPAS-com, Rabu (10/12/2025).

Saat kebakaran terjadi, para karyawan sedang istirahat makan siang di dalam kantor dan ada pula yang berada di luar kantor.

Para karyawan yang istirahat di kantor berada di lantai 2, lantai 3 hingga lantai 6.

"Kemudian pada saat terbakar, api semakin membesar, kemudian asap itu sampai naik ke lantai 6," ujar Susatyo.

Setelah api berhasil dipadamkan di enam lantai gedung, petugas damkar, Palang Merah Indonesia (PMI) dan kepolisian mulai menemukan korban meninggal dunia secara bertahap.

Mulanya hingga pukul 16.00 WIB ditemukan ada 17 orang meninggal dunia yang berada di lantai 3 dan lantai 4.

Saat tim melakukan penyisiran hingga lantai 5 dan lantai 6 ditemukan tambahan korban meninggal hingga menjadi 22 orang.

Polres Metro Jakarta Pusat pada pukul 17.00 WIB akhirnya mengkonfirmasi jumlah total korban meninggal sebanyak 22 orang.

"Terdiri dari tujuh orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Untuk 22 korban sudah dibawa ke RS Polri," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

"Rata-rata korban meninggal ditemukan di lantai 3, 4, dan 5. Sebab (karyawan) yang berada di lantai 6 bisa langsung ke rooftop," tutur Susatyo.

Menurutnya, para korban meninggal rata-rata disebabkan kekurangan oksigen sehingga menyebabkan lemas dan berujung kepada kematian.

"Asap naik ke lantai 2, 3, dan sebagainya, oksigen juga kurang, sehingga banyak yang meninggal karena lemas di atas," kata Susatyo.

Seluruh korban meninggal dibawa ke RS Polri Kramatjati.

Selain itu, dua orang petugas damkar mengalami luka ringan saat penanganan kejadian.

Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Adriansyah juga terluka di tangan ketika meninjau lokasi kebakaran.

sumber: TribunTrends/Amir