πππ¦ππ π¦ππ’π₯ππ‘π π¦ππ¬π¬ππ πππ¨π₯πππ§ π₯ππ¦π¨πππ¨πππ ο·Ί πππ¨π§ π£ππ‘ππππππ‘ ππππ ππ¨π₯π¨ π¦πππ¨π π£π¨π
Jum'at, 26 Juli 2024
Faktakini.info
"πππ¦ππ π¦ππ’π₯ππ‘π π¦ππ¬π¬ππ πππ¨π₯πππ§ π₯ππ¦π¨πππ¨πππ ο·Ί πππ¨π§ π£ππ‘ππππππ‘ ππππ ππ¨π₯π¨ π¦πππ¨π π£π¨π"
Syekh KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul dikenal sebagai ulama yang memiliki ketajaman mata bathin. Cerita tentang ketajaman mata bathin beliau ini tersebar di mana-mana, baik secara lisan maupun secara tulisan.
Cerita ketajaman mata bathin ulama kharismatik tersebut di antaranya disaksikan oleh banyak orang ketika beliau menggelar Majelis waktu dulu.
Salah satu murid Abah Guru Sekumpul, Ustadz Khairullah Zain bercerita :
“Dahulu, ada seorang Sayyid yang selalu menyembunyikan kesayyidannya.
Alih-alih minta hormati karena nasabnya, ia malah tidak mau diketahui bernasab kepada Nabi ο·Ί.”
Sayyid muda ini hadir di Majelis pengajian Abah Guru, Abah Guru saat itu masih menggelar Majelis di Mushalla Ar-Raudhah dan di rumah beliau.
Peristiwa itu terjadi di Majelis yang dilaksanakan di rumah.
Saat Sayyid ini datang, Jama'ah yang hadir sudah banyak.
Bagian dalam rumah Abah Guru sudah penuh. Sayyid ini kemudian duduk di teras dan berbaur dengan jamaah lainnya.
Tiba-tiba, Abah Guru berdiri dan mendatanginya :
“Sayyid, sampeyan masuk ke dalam,” kata Abah Guru.
Sayyid ini kaget, namun dengan cepat ia menyadari keadaan dan berusaha mengelak.
“Saya bukan Sayyid, Saya orang biasa.
Nama saya Raden,” jawabnya.
Abah Guru Sekumpul tersenyum.
“Kamu tidak bisa sembunyi dari aku, Datukmu sendiri, Rasulullah ο·Ί yang mengabarkan kepadaku kalau kamu cucunya,” jawab Abah Guru Sekumpul.
“Akhirnya, dzuriat Rasulullah ο·Ί yang selalu menyembunyikan nasabnya ini tidak bisa lagi mengelak dari Abah Guru Sekumpul."
"Rahasianya bocor, Dibocorkan oleh datuknya sendiri yang mengakui bahwa ia adalah cucunya, yaitu Rasulullah ο·Ί”
“Abah Guru Sekumpul mengenali Sayyid ini bukan dari catatan nasabnya, tapi dengan Mukasyafah, berinteraksi langsung dengan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, datuknya,”
Mudah-Mudahan Dengan Berkat Mencintai Ahlul Bait RASULULLAH ο·Ί Berkat Para Auliya Allah, Semoga Dosa Dan Kesalahan Kita Semua Di Ampuni Oleh ALLAH Subhanahu Wata'ala, Selamat Dunia Akhirat, Qubul Segala Hajat, Mati Dalam Keadaan Beriman Husnul Khotimah Dan Masuk Surga Bighoiri Hisaab.
Aamiin ya rabbal aalamin π€²π€²
Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad.
