KOK JOKOWI TAKUT OPERASI POLITIK ?

 


Selasa, 20 Oktober 2026

Faktakini.info

KOK JOKOWI TAKUT OPERASI POLITIK ?

by M Rizal Fadillah

Gencarnya tuntutan pemakzulan Gibran akibat ketidakberesan ijazahnya, membuat Jokowi gerah dan geram. Ia menuduh pengungkapan masalah ijazah anaknya adalah bagian dari operasi politik  bahkan menurutnya ada penunggang gelap dalam kasus ini. Teringat sebelumnya ketika ijazah dirinya dipermasalahkan, ia pun menyatakan adanya orang besar dibalik isu tersebut. Arahnya kepada SBY yang tentu saja segera dibantah.

Jokowi  meski seperti merespons dengan tenang tetapi sesungguhnya gelisah atas keadaan diri dan puteranya. Semua di luar perhitugan dan rencana. Ternyata ijazah keduanya tidak bisa dikendalikan, bergerak terus secara liar. Bertahun-tahun ijazah palsu nya mendera, para pelindung satu-satu lepas dan tidak mampu memproteksi lagi. Terrmulian pun memiliki daya tahan yang  rentan, maklum tergantung cuan.

Kini nasib ijazah Gibran sang putera semakin mengkhawatirkan. Posisi Wapres terancam dan goyah. Mental bocil tidak sekuat bokap. MK telah menendang bola ke area gawang. DPR berunding untuk menentukan siapa yang akan melakukan eksekusi.

Jokowi mencari kambing hitam. Ketemu yang namanya operasi politik dan penunggang gelap. Jokowi lupa bahwa untuk menjadikan Gibran Wapres itu juga melalui operasi politik dan secara gelap menunggingi MK. Jokowi adalah penumpang gelap gulita. Menunggangi Anwar Usman dan Idayati. Setelah sebelumnya melibas Hary Mulyono.

Operasi politik adalah hal yang wajar dan absah. Jika DPR menindaklanjuti Putusan MK maka itu adalah operasi politik. DPR sebagai lembaga politik memiliki hak politik untuk bertanya, menyelidiki, dan menyatakan pendapat. Setiap fraksi punya kalkulasi dan pertimbangan politik. Menentukan seberapa besar peran dalam proses politik.

Penumpang gelap ? Hasil MK menjadi fakta. Bahwa bukan hanya diktum tidak diterima saja permohonan yang final, tetapi pertimbangan hukum juga bersifat final and binding. Gibran tidak memiliki ijazah, diploma, atau sertifikat dalam dan luar negeri. Lalu siapa penumpang gelapnya ? Tidak ada, semua terang kok.

Hubungan gelap Jokowi dengan MK saat itu dan KPU, Bawaslu justru yang harus dibongkar.

Gibran adalah hasil dari operasi politik dan hubungan gelap yang dilakukan oleh para penumpang gelap. Gibran menjadi anak haram konstitusi dan demokrasi. 

Kejahatan dinasti.

*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 20 Oktober 2026