Sok Ngasih Syarat Lawan Debat Harus Bawa Surat dari RA, Mestinya Imadbodo yang Bawa Surat dari Naqobah Resmi

 


Jum'at, 4 September 2026

Faktakini.info, Jakarta - Keangkuhan terus dipertontonkan Imaduddin bin Sarmana bin Arsa, orang Ajam gila nasab yang sangat iri dab dengki pada nasab Habaib. Imad kerap meminta lawan debat membawa surat resmi dari Rabithah Alawiyah sebagai salah satu syarat bagi pihak yang mau berdebat nasab dengan Imad. 

Pengajuan syarat ini sungguh aneh. Kalau Imad seorang ahli nasab, ulama besar, ketua naqobah asyraf, apalagi seorang dzurriyah Rasulullah SAW, tentu masih agak pantaslah jika Imad bicara begitu. Tapi faktanya semua kemuliaan tersebut tidak dimiliki Imad.

Karena itu wajar masyarakat balik bertanya. “Lha terus Imad sendiri mana surat resminya dari Naqobah Asyraf resmi dunia?” 

Karena pembahasan mengenai nasab keluarga Rasulullah SAW semestinya merujuk pada lembaga atau otoritas nasab yang memiliki kapasitas dan kewenangan di bidang tersebut, bukan semata-mata berdasarkan klaim atau perdebatan personal. 

Imad jelas-jelas bukan ahli nasab, bukan naqib, serta tidak memiliki guru ilmu nasab, sehingga masyarakat mempertanyakan kapasitasnya dalam memberikan penilaian mengenai validitas suatu nasab.

Hal ini sekaligus memunculkan kesimpulan yang lebih luas, bahwa standar pembuktian yang diminta kepada lawan debat juga harus diterapkan secara konsisten kepada pihak yang mengajukan tuntutan.

Perdebatan mengenai nasab idealnya tetap dikembalikan kepada dokumen, metode ilmu nasab, dan otoritas lembaga yang memang memiliki kompetensi, bukan sekadar iri hati dan kedengkian dari kelompok Imad yang memang berambisi diakui sebagai cucu Walisongo dan Rasulullah SAW.