Hanya Kadal yang Percaya Jargon PWI-LS "Jaga Nasab Rosul, Jaga Aqidah, Jaga Kyai Pribumi, dan Jaga NKRI"
Hanya Kadal Yang Percaya
Pernah lihat spanduk PWI LS yang jargonnya mentereng: Jaga Nasab Rosul, Jaga Aqidah, Jaga Kyai Pribumi, dan Jaga NKRI? Kelihatannya mulia, tapi kalau melihat fakta di lapangan, kesimpulannya cuma satu: Hanya kadal yang percaya!
Mari kita kuliti faktanya:
Jaga Nasab Rosul? Sibuk menuntut bukti ilmiah dan tes DNA ke pihak luar, tapi pas pentolan mereka sendiri (Imaduddin) ngaku-ngaku dan memalsukan nasab Walisongo, laskarnya mendadak bisu berjamaah. Bahkan saat ayah kandungnya sendiri bikin surat klarifikasi bahwa mereka bukan cucu Walisongo, mereka pura-pura buta!
Jaga Aqidah? Begitu pentolan internalnya (Abah Setu) viral meremehkan Nabi Muhammad SAW dan urusan syafaat, laskarnya langsung hening cipta. Standar aqidah mereka punya tombol mute otomatis kalau yang melanggar teman sendiri.
Jaga Kyai Pribumi? Tapi kalau ada Kyai sepuh pesantren (pribumi asli) yang alim dan memilih damai/pro-habaib, malah dicaci maki dan dihujat habis-habisan di medsos.
Jaga NKRI? Tapi pas ada isu konflik tanah rakyat di PIK 2, atau buruh pribumi ditindas TKA di Morowali, mereka pura-pura mati. Kagak ada suaranya!
Kesehariannya? Cuma sibuk bikin konten caci maki, jadi arkeolog dadakan buat bongkar kuburan orang, dan keliling daerah bubarin pengajian.
NKRI di spanduk mereka itu bukan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tapi: Nangis Kalau Rival Ibadah dengan tenang. Spanduknya ibarat bungkus mie instan: gambarnya ayam geprek, isinya cuma kuah asin standar ganda!
