Catatan Sejarah Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi di Solo Tahun 1938
Selasa, 29 September 2026
Faktakini.info, Jakarta - Peringatan Haul Al-Imam Al-Allamah Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi di Kota Solo, Jawa Tengah, memiliki rekam jejak sejarah yang panjang. Arsip koran paruh bulanan berbahasa Arab-Melayu At-Toerdjoeman edisi No. 22 (Juli 1938) mencatat kemeriahan dan kekhusyukan peringatan haul akbar tersebut yang diselenggarakan oleh cucu beliau, Al-Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi.
Acara puncak haul tersebut dilaksanakan pada hari Ahad, 20 Rabiul Tsani 1357 Hijriah, bertempat di Kota Solo yang saat itu menjadi ibu kota Karesidenan Surakarta.
Dihadiri Ribuan Jamaah dari Berbagai Daerah
Berdasarkan warta koran At-Toerdjoeman, para tamu dari berbagai penjuru wilayah Indonesia dan beraneka lapisan masyarakat berbondong-bondong datang untuk mencari berkah dari peringatan tersebut. Jumlah jamaah yang hadir begitu melimpah hingga media saat itu tidak mampu menyebutkan nama para tamu yang datang satu per satu.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan beberapa surah Al-Qur'an dan dilanjutkan pembacaan tahlil yang pahalanya dihadiahkan kepada almarhum. Setelah itu, Al-Sayyid Muhsin bin Abdullah Assegaf naik untuk menyampaikan ceramah singkat mengenai biografi almarhum dengan penyampaian yang sangat mendalam.
Peringatan dilanjutkan dengan nasihat dari Al-Habib Ali bin Abdul Rahman Al-Habsyi (Kwitang). Suasana makin syahdu ketika Al-Habib Al-Hasan bin Abdullah bin Alwi Al-Habsyi membacakan qasidah yang indah, sebelum ditutup dengan pembacaan surat Al-Fatihah.
Jamuan Hangat Tanpa Membeda-bedakan
Salah satu hal menarik yang dicatat dalam pemberitaan sejarah ini adalah kedermawanan dan keramahan Al-Sayyid Alwi. Selama 5 hari berturut-turut, beliau menyambut dan melayani seluruh tamu—mulai dari hidangan sarapan pagi, makan siang, hingga makan malam.
Beliau menyambut para pengunjung dengan wajah berseri-seri tanpa membeda-bedakan status sosial antara orang miskin maupun kaya. Dipastikan tidak ada satu pun tamu yang terlewatkan atau pulang dalam keadaan lapar. Untuk melayani jamuan tersebut, diperkirakan sekitar 50 ekor hewan ternak (kambing/domba) disembelih.
Cuaca Ekstrem dan Keamanan yang Terjaga
Meskipun selama hari-hari penyelenggaraan haul Kota Solo terus-menerus diguyur hujan lebat yang disertai angin kencang, suasana aman dan tertib tetap terjaga.
Wartawan media At-Toerdjoeman melaporkan bahwa pada hari kelima hingga ketujuh setelah acara usai, kondisi Kota Solo tetap kondusif. Tidak ditemukan gangguan keamanan, laporan kehilangan, maupun tindakan pencopetan—termasuk dari para ulama terkemuka yang hadir dalam peringatan tersebut.
