Muktamar NU ke-35 di Jombang Memanas: Isu Rp50 Juta, Dugaan Pengondisian hingga Polemik Akses Tamu VIP

 


Sabtu, 29 Agustus 2026

Faktakini.info

UFN

*Muktamar NU ke-35 di Jombang Memanas: Isu Rp50 Juta, Dugaan Pengondisian hingga Polemik Akses Tamu VIP*

JOMBANG, 28 AGUSTUS 2026 — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, Jombang, yang resmi dibuka Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 27 Agustus 2026, diwarnai sejumlah isu kontroversial, mulai dari dugaan politik uang (risywah), pengondisian muktamirin, keberadaan peserta di Asrama Haji Sukolilo, hingga ketatnya akses tamu VIP.

Sorotan utama tertuju pada dugaan politik uang. Kiai sepuh Tebuireng, KH Musta'in Syafi'ie, menyebut politik uang menjelang Muktamar bukan lagi sekadar isu. Sementara seorang rais syuriah PCNU Jawa Tengah dengan nama samaran "Ali" mengaku pernah ditawari Rp50 juta untuk memengaruhi komposisi Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Pada 28 Agustus 2026, Ketua PCNU Kota Bengkulu juga diberitakan mengaku mendapat tawaran Yamaha N-Max atau Toyota Avanza dari pihak yang mengatasnamakan tim Muktamar. Tawaran tersebut disebut telah ditolak.

Meski demikian, berbagai pengakuan tersebut belum menjadi bukti hukum bahwa telah terjadi transaksi suap.

Dugaan Pengondisian dan Isu "Penculikan"

Menjelang Muktamar, media sosial diramaikan narasi mengenai dugaan pengondisian sejumlah Ketua PCNU, bahkan muncul istilah "penculikan". Ketua Panitia Muktamar, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), telah merespons isu tersebut dan meminta publik tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar.

Hingga 28 Agustus 2026, belum terdapat bukti terverifikasi bahwa telah terjadi penculikan atau penyekapan secara hukum.

Peserta dan Akses VIP Diperketat

Pada 25–26 Agustus 2026, sejumlah peserta diberitakan berada di Asrama Haji Sukolilo sebagai tempat transit atau persiapan sebelum menuju Jombang. Kondisi tersebut tidak otomatis berarti penyekapan.

Sementara itu, pada pembukaan 27 Agustus 2026, akses venue diperketat. Panitia menyiapkan sekitar 250 undangan VIP/VVIP dan mewajibkan undangan fisik serta verifikasi identitas.

Dengan demikian, yang terkonfirmasi adalah pembatasan akses, bukan penyekapan tamu VIP.

Marwah Muktamar Dipertaruhkan

Berbagai isu tersebut muncul di tengah dinamika internal PBNU yang telah berkembang sejak 2025.

Muktamar ke-35, yang berlangsung 27–31 Agustus 2026, bukan hanya menentukan kepemimpinan NU periode 2026–2031, tetapi juga menjadi ujian terhadap integritas, transparansi, dan marwah organisasi.

Jika dugaan politik uang dan pengondisian terbukti melalui bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, persoalannya bukan sekadar siapa yang menang atau kalah.

Yang dipertaruhkan adalah kepercayaan jutaan warga NU terhadap proses pengambilan keputusan di tubuh organisasinya.