Dihina-hina Imad, Ternyata Mbah Riyan Jauh Lebih Pintar dan Berprestasi dari Imad
Kata Ki Imad mengatakan bahwa ditahun 2023 Mbah Riyan Ibnu Harjo Al Jawi menulis sebuah kitab yang berjudul An Nisbah Asy Syarifah yang ditujukan untuk menjadi anti tesis milik Ki Imad yang konon katanya membuat tesis dan menantang untuk dibuatkan anti tesisnya
Setelah ada yang buat anti tesisnya malah tidak ditanggapinya dengan dalih kitab itu hanya berdasarkan Husnudhzon tanpa Naqdun tinjauan kritis versinya Ki Imad
Sekelas Mbah Riyan dianggap tidak ada apa² nya dan tidak mengerti kaidah keilmuan pustakawan kitab kuning terlebih masalah metodologi historis yang mencakup didalamnya masalah nasab
Dan disarankan untuk belajar lagi biar naik level
Saat ini nama Mbah Riyan Ibnu Harjo Al Jawi sedang ramai dibicarakan para kalangan santri terlebih di media sosial
Beliau dikenal sebagai Ulama Muda Spesialis Pentahqiq Kitab Kuning
Keahlian ini oleh Ki Imad dianggap belum mampu menandingi tesisnya yang konon katanya sudah Go International
Lalu apa sih yang dikerjakan oleh Pentahqiq Kitab itu...???
Tugas pentahqiq kitab secara umum adalah orang yang bertugas meneliti, memeriksa, dan meluruskan naskah kuno atau manuskrip agar isi kitab tersebut sesuai dengan aslinya dan siap untuk dibaca atau dicetak
Tujuannya adalah agar tidak ada kesalahan dalam memaknai kata perkata didalam kitab kuning sebelum naik cetak dan diedar secara luas
Dan tentunya memastikan teks dalam kitab cetak itu sama persis dengan apa yang ditulis atau dikehendaki oleh penulis aslinya yang disebut sebagai muallif
Dan untuk menjadi seorang Muhaqqiq Kitab itu tidaklah mudah
Semuanya harus ditempuh dengan disiplin keilmuan yang sangat ketat dan rumit karena membutuhkan kombinasi berbagai fan keilmuan
Seperti :
- Menguasai Bahasa Arab Tingkat Tinggi
- Wajib memahami Ilmu Nahwu dan Shorrof tata bahasa dan perubahan kata secara mendalam
- Wajib menguasai Ilmu Balaghah pelajaran tentang sastra dan keindahan bahasa Arab untuk memahami gaya bahasa penulis klasik
- Paham dan terbiasa menggunakan kamus besar seperti Lisan al-Arab atau Taj al-Arus untuk mencari arti kata kuno
- Wajib menguasai ilmu riwayat dan takhrij untuk memeriksa hadits di dalam kitab
- Memahami kaidah Ushul Fiqih untuk membantu memahami jalan pikiran penulis dalam mengambil hukum
- Paham sejarah terutama biografi tokoh yang dikenal dengan Ilmu Rijal dan sejarah zaman saat kitab tersebut ditulis
- Menguasai Ilmu Paleografi tulisan kaligrafi arab (Khat) dan Kodikologi Jenis Khat dari berbagai jenis tulisan tangan Arab klasik seperti Naskhi, Tsuluts, Riq'ah, Maghribi, dan khazanah tulisan kuno lainnya
- Mampu membaca manuskrip serta mempelajari cara membaca teks yang terkena tinta luntur, rayap, atau robek
- Paham akantanda baca kuno, singkatan (ramz), dan catatan pinggir (hasyiyah)
- Menguasai Metodologi Tahqiq (Manhaj al-Tahqiq)
- Berburu Manuskrip menpelajari cara mencari naskah asli (makhtuthat) di perpustakaan digital dunia
- Memahami cara membandingkan beberapa salinan naskah (muqabalat al-nusakh) untuk menemukan teks yang paling akurat
- Tahu kapan harus mengoreksi kesalahan salin tanpa mengubah maksud asli penulis
- Menempuh Jalur Pendidikan formal atau Mulazamah Kuliah Formal dengan mengambil jurusan Sastra Arab, Sejarah Islam, Syariah, atau Filologi (studi naskah kuno)
- Mulazamah belajar langsung di bawah bimbingan pentahqiq senior atau mengikuti daurah (pelatihan) khusus tahqiq kitab
Jadi ada banyak standar khusus yang harus dikuasai oleh seorang Pentahqiq Kitab
Dan aneh bin ajaib oleh Ki Imad sosok Mbah Riyan Ibnu Harjo Al Jawi dianggap tidak mengerti dan disarankan untuk belajar lagi
Luar biasa orang yang satu ini...!!!
