Bukannya Netral Pejabat Bali Arya Wedakarna Justru Intimidasi Gadis Korban Rasis Ibu Penjahit

 


Kamis, 13 Agustus 2026

Faktakini.info, Jakarta - Siapa sangka korban rasisme di Bali malah jadi korban kedua kalinya! Entah karena mau bela sesama orang Bali atau cari panggung, yang jelas mantan Senator DPD RI Arya Wedakarna (AWK) bukannya jadi penengah netral, malah intimidasi cewek asal Lombok yang lagi viral dirasisin ibu-ibu penjahit!

Video mediasi yang beredar itu langsung bikin publik naik darah!

Mari kita bedah fakta faktanya yang menjadi sorotan tajam:

- Awal Mula: Dikira Jawa, Dihina Penjahit.

Insiden perselisihan antara pemilik usaha jahit dan pelanggan perempuan di Jalan Raya Subang, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, menjadi viral di media sosial setelah terekam kamera. Pertikaian tersebut dipicu oleh ketidakpuasan pelanggan atas keterlambatan pengerjaan tiga potong pakaian yang dititipkan sejak 30 Juni 2026. 

Dalam rekaman tersebut, penjahit terdengar melontarkan kata-kata kasar bernuansa Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Ia membandingkan masyarakat Jawa dan Bali, serta menyebut pelanggan sebagai "orang miskin". Padahal korban aslinya bukan orang Jawa, tapi cewek asal Lombok!

- Datang Sebagai Penengah, Malah Intimidasi.

Di video mediasi yang diunggah akun @aryawedakarnasyasa, AWK bukannya bela korban, malah semprot balik korban dengan ancaman. "Sekarang nih maunya gimana? Mau ditutup? Kalau misalkan ditutup nih, bapak ibu nih suaminya sama-sama penjahit loh. Dia punya anak masih sekolah. Kalau kamu emosi, ibunya ditutup, digeruduk... Mau kamu kasih makan? Indomaret mau enggak kasih ibu ini kerjaan?" Bahkan dia bawa-bawa jabatan pengawas perpajakan dan ngancam akan mintakan CSR sesuai UU No.40. Netizen nilai ini bukan mediasi, tapi intimidasi!

- Track Record AWK Bikin Publik Makin Geram. 

Publik makin marah karena ini bukan pertama kalinya. AWK sebelumnya pernah viral karena melarang pegawai di Bandara Bali pakai kerudung dan sempat berkata "Saya gak mau yang front line pakai jilbab". Akibatnya Arya Wedakarna alias AWK dipecat dari anggota DPD RI karena melanggar tata tertib dan kode etik senator terkait ucapannya yang diskriminasi terhadap wanita berjilbab. Kini dia kembali ulah, tapi lebih membela ibu-ibu penjahit yang jelas-jelas salah.

-Publik Desak Ditindak.

 Warganet menilai AWK bertindak intoleran dan rasis, hanya karena korban bukan orang Bali. Banyak yang berharap ada tindakan tegas karena berkali-kali bikin gaduh dan memecah belah.

Tapi bagaimana menurut kamu?

Ini masih pantas disebut mediasi, atau sudah masuk kategori intimidasi dan pembelaan buta terhadap sesama orang Bali meski jelas bersalah? Setuju gak kalau AWK harus diproses hukum lagi?

Disadur dari: Detikcom