Zuriah Nabi Ibrahim [Gus Rumail Preteli Ketololan Imad-Sugeng PWI-LS]

 



Rabu, 8 Juli 2026

Faktakini.info

Rumail Abbas

Zuriah Nabi Ibrahim

Ketika saya menulis status soal haplogroup J-FGC10500 yang diklaim sebagai kandidat Imam Ali bin Abi Thalib, saya mendapati ada dua orang yang ngotot bilang saya salah: Ki Imad dan Mas Sugeng.

Sugeng lebih unik: dia sering ngebacot soal TOEFL, tapi ketika dia baca "tujuh ribu" berkali-kali, ternyata di teks Inggris yang tertulis 7000 malah dia ucapkan "two thousand".

(Saya langsung tersenyum melihatnya)

Keduanya bikin konten membodoh-bodohkan saya, sambil meledek-ledek gitu, lah. Emang kalau berurusan dengan orang tua seperti ini pasti gak jauh-jauh dari mulut kotor mereka.

Wkwkwk~

Karena status kemarin saya tulis secara impulsif, sekarang saya akan mengulasnya kembali dengan sedikit lebih tenang dan sederhana.

Jadi gini…

Semua orang tahu bahwa Ki Imad dan Mas Sugeng (keduanya jelas bukan ahli DNA) punya dugaan J-FGC10500 adalah haplogroup keturunan Imam Ali karena masa kehidupannya kompatibel dengan kehidupan Imam Ali: sekitar 1.400 tahun lalu.

FamilyTreeDNA dan yFull juga menulis angka yang hampir mirip: 600 M.

Karena Imam Ali adalah zuriah Nabi Ibrahim dari jalur Nabi Ismail, maka cara kedua untuk mengujinya adalah mencari haplogroup sepupu jauhnya dari jalur Nabi Ishaq.

Lawong secara tradisional itu Nabi Ismail dan Nabi Ishaq adalah putra kandung Nabi Ibrahim, kan?

Akhirnya ketemu, yaitu Cohen yang mengklaim sebagai keturunan Nabi Ishaq melalui Lewi lalu Nabi Harun. Haplogroup mayoritas Cohen adalah J-ZS241.

Dan inilah fakta filogenetik di FamilyTreeDNA dan yFull: kedua haplogroup yang sama-sama diklaim keturunan Nabi Ibrahim ini bertemu di satu titik, yaitu J-YSC0000234.

Nah, masalah saya ada di haplogroup ini: apakah dia benar milik Nabi Ibrahim?

Penjelasannya begini.

Sebagai haplogroup (namanya juga 'group'), J-L858 itu dihuni banyak orang yang diklaim Ismaili, keturunan Nabi Ismail. Tapi mau berapa pun orangnya, tentu puncak L858-nya harus Nabi Ismail, bukan?

Begitu pun J-ZS241 dihuni banyak orang yang diklaim Ishaqi, keturunan Nabi Ishaq. Tapi mau berapa pun orangnya, tentu puncak ZS241-nya adalah Nabi Ishaq, bukan?

Nah, L858-puncak (Ismail) dan ZS241-puncak (Ishaq) ini bercabang dari satu titik: sekelompok orang berhaplogroup J-YSC0000234.

Dan mau berapa pun jumlah mereka, yang menurunkan Ismail dan Ishaq tentu haruslah Nabi Ibrahim sendiri. Kenapa? Dialah sang ayah yang darinya J-L858 (Ismail) dan J-ZS241 (Ishaq) bercabang menjadi dua jalan: Ismaili dan Ishaqi.

Lantas, kemarin saya menulis status kalau kedua jalur ini rancu. Kenapa? Karena menurut perhitungan tradisional, Nabi Ibrahim hidup pada Zaman Perunggu Pertengahan. Sementara YSC0000234-Ibrahim ini diperkirakan hidup 3350 SM alias sekitar 5.300 tahun lalu.

Bagaimana mungkin Nabi Ishaq dan Nabi Ismail lahir dari Nabi Ibrahim yang justru 1.000 sampai 1.500 tahun LEBIH TUA dari masa kehidupan Nabi Ibrahim sendiri?

Mungkin ada yang berkelit:

"Kan haplogroup itu kelompok, jadi Ibrahim bisa saja lebih tua, di node yang lebih atas."

Boleh saja, tapi mundur pun percuma.

Sebab node di atas YSC0000234 (Z27715, PF4638, dan seterusnya) itu memang leluhur bersama Cohen dan Imam Ali, tapi di sana keduanya belum berpisah, masih satu garis. Titik di mana dua garis berpisah itu gak bisa digeser cuma dengan menamai ulang.

Dan di yFull maupun FamilyTreeDNA, satu-satunya titik pisah Ismaili-Ishaqi yang tercatat cuma di YSC0000234!

Jadi mau Ibrahim didorong setua apa pun, Ki Imad dan Mas Sugeng tetap harus menjawab: di node mana Nabi Ismail dan Nabi Ishaq berpisah kalau bukan di situ?

Lho, dari mana sumber saya soal masa hidup Nabi Ibrahim?

Inilah yang Ki Imad dan Mas Sugeng ledek di konten masing-masing, seolah-olah saya gak ngerti. Padahal, mereka sendiri yang kocak dan plin-plan.

Pertama, sumber saya adalah Ki Imad sendiri (cek gambar).

Pada 21 Mei 2026 dia menulis di RMINU Banten bahwa "historiografi mapan bangsa Arab dari masa ke masa yang diakui sahih oleh para ahli nasab dan sejarawan" menempatkan Nabi Ibrahim hidup 4.200 tahun lalu.

Kalau tahun sekarang (2026) dikurangi 4.200, hasilnya 2174 SM.

Kedua, Ki Imad tidak sendirian, karena ada dukungan literatur Islam (tapi lebih tua sedikit dari perhitungan Ki Imad). Tepatnya dari Ibn Khaldun, yang menukil kronologi Nasrani dari Ibn al-'Amid:

من ادم الى نوح الفا وستمائة ومن نوح الى الطوفان ستمائة ومن الطوفان الى ابراهيم الفا واثنتين وسبعين سنة ومن ابراهيم الى موسى اربعمائة وخمسا وعشرين هكذا ذكر ابن العميد وانها تواريخ النصارى وفيها نظر

"Dari Adam sampai Nuh seribu enam ratus tahun, dari Nuh sampai Tufan enam ratus, dari Tufan sampai Ibrahim seribu tujuh puluh dua tahun, dari Ibrahim sampai Musa empat ratus dua puluh lima. Demikianlah disebutkan Ibn al-'Amid, dan itu adalah tarikh-tarikh orang Nasrani, dan padanya masih perlu ditinjau kritis."

(Sumber: Tarikh Ibn Khaldun, Juz II, hlm. 237)

Begini cara membacanya.

Teks yang sama meletakkan kelahiran Isa al-Masih pada tahun ke-5.500 sejak awal dunia (mabda' al-'alam). Kalau kita jumlahkan dari Nabi Adam sampai kelahiran Nabi Ibrahim: 1.600 + 600 + 1.072 = 3.272 tahun.

Karena kelahiran Nabi Isa kita asumsikan ke sekitar tahun 1 M (batas konvensi SM/M), maka kehidupan Nabi Ibrahim jatuh pada kira-kira 2228 SM.

Coba perhatikan: Ki Imad (2174 SM) dan Ibn Khaldun (2228 SM) sama-sama menaruh Nabi Ibrahim di kisaran 2200-an SM.

Ketiga, dulu ada penelitian yang samar-samar saya ingat (nanti saja saya pastikan) bahwa Nabi Ibrahim hidup pada Zaman Perunggu Pertengahan. Atas dasar itulah saya menulis bahwa Nabi Ibrahim, secara tradisional, hidup di rentang itu.

Lho, perhitungan ini kan masih problematik dan kontroversial? Tentu saja saya tahu. Tapi di status sebelumnya saya tidak sedang membahas itu.

Yang saya bahas adalah bagaimana mengulas kerancuan Ki Imad jika saya hitung sesuai dengan angka yang ia yakini: Nabi Ibrahim hidup 4.200 tahun lalu sekaligus yakin haplogroup Imam Ali adalah J-FGC10500.

Makanya saya menghitung, ketika Ki Imad mengklaim Nabi Ibrahim hidup 4.200 tahun lalu, jelas banget angkanya gak match dan gak kompatibel.

Kenapa?

Karena FamilyTreeDNA dan yFull menaruh J-YSC0000234 di sekitar 3350 SM, alias sekitar 5.300 tahun lalu. Ribuan tahun lebih tua dari hitungan Ki Imad.

Artinya, kalau kita memakai cara berhitung Ki Imad sendiri, Nabi Ibrahim seharusnya hidup di kisaran 5.300 tahun lalu, bukan 4.200. Lawong FamilyTreeDNA dan yFull menampilkan pohon genetikanya seperti itu.

Tapi tahukah kalian kerancuannya?

Ki Imad dan Mas sugeng mengklaim Imam Ali ada di J-FGC10500 dengan cara yang sama persis: mencocokkan masa hidup haplogroup dengan masa hidup tokoh.

Itu pun Ki Imad masih keliru tulis di artikelnya 21 Mei silam, karena menurut yFull dan FamilyTreeDNA, haplogroup J-FGC10500 itu 600 M alias sekitar 1.400 tahun lalu, bukan 1.300 (seperti yang Ki Imad tulis, cek gambar).

Jadi, dari perhitungan yang disusun Ki Imad sendiri, saya mengajukan pertanyaan: mana angka yang benar?

Kalau angka Imam Ali yang benar, maka klaim Nabi Ibrahim jelas keliru. Dan kalau angka Nabi Ibrahim yang benar, jelas klaim Imam Ali yang keliru.

Kan gak mngkin dua-duanya benar.

Dia sendiri yang menulis, saya cuma menganalisis logikanya sendiri, tapi malah saya yang dibodoh-bodohkan. Sugeng juga sama; yang saya pakai itu angka Ki Imad, tapi malah saya yang diledek-ledek.

Mereka yang salah, orang lain yang dikelirukan.

Kan, kocak~