Sholat Jum'at di Masjid Hidayatullah Polonia Jadi Simbol Solidaritas Umat, FPI dan Aliansi Islam Nyatakan Dukungan Pertahankan Masjid
Faktakini.info, Jakarta - Ratusan jamaah dari masyarakat, tokoh Melayu, ulama, Front Persaudaraan Islam (FPI), serta berbagai elemen Aliansi Umat Islam Kota Medan melaksanakan Shalat Jum'at bersama di Masjid Hidayatullah, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Jumat (10/7/2026).
Kehadiran mereka sebagai bentuk solidaritas terhadap Masjid Hidayatullah yang menurut masyarakat setempat tengah menghadapi persoalan terkait rencana penggusuran oleh pihak pengembang.
Shalat Jum'at kali ini dipimpin dengan khatib Ustadz Prof. Dr. dr. Ridha Dharmajaya, Sp.K(BS). Dalam suasana yang khusyuk, jamaah memenuhi area masjid sebagai bentuk dukungan moral kepada masyarakat yang berupaya mempertahankan keberadaan Masjid Hidayatullah.
Masyarakat Kelurahan Suka Damai bersama Front Persaudaraan Islam (FPI) dan Aliansi Umat Islam Kota Medan menegaskan komitmennya untuk membela serta melindungi Masjid Hidayatullah. Mereka berharap persoalan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan mengedepankan hukum, musyawarah, serta tetap menjaga keberadaan rumah ibadah yang telah lama dimanfaatkan masyarakat.
Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh Melayu Sumatera Utara tampak hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Datuk Zulkifli (Suka Piring), keturunan Cik Putih, Tengku M. Bi selaku Ketua Yayasan Sultan Deli, Datok Muhammad Nasir Bertuah dari Melayu Kejuruan Metar Bilad, Ketua DPW FPI Kota Medan, Sekda DPD FPI Sumut Ustadz Satia Barayani serta Ketua DPD FPI Sumatera Utara Ustadz H. Amru Fitriadi yang turut mengawal dan menghadiri kegiatan tersebut.
Turut hadir pula tokoh masyarakat Medan H. Affan Lubis, Ketua MPTW Latif Balatif, Nazir Masjid Hidayatullah Wagio, Ketua FTA Sumatera Utara Mas'udi Al Husin, Ketua GNAP Haris Sya'ban Damanik, serta Budi Sardi dari Aliansi Rakyat Bersatu Sumatera Utara, bersama sejumlah tokoh dan aktivis umat Islam lainnya.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam Shalat Jum'at tersebut menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian terhadap keberadaan Masjid Hidayatullah. Para peserta berharap seluruh pihak dapat mengedepankan penyelesaian yang damai, adil, dan menghormati hak-hak masyarakat serta keberlangsungan fungsi masjid sebagai tempat ibadah umat Islam.








