Ziarah Asyuro 2026 bersama DPD FPI se-DKI di Masjid Keramat Luar Batang Sukses dan Berkah
Jum'at, 26 Juni 2026
Faktakini.info, Jakarta - Seluruh rangkaian kegiatan Ziarah Aasyuraa 10 Muharram 1.448 H dan mengenang perjuangan Imam Hussein bin Ali dalam perspektif Ahlussunnah wal jamaah di Masjid Keramat Luar Batang, Penjaringan Jakarta Utara bersama DPD Front Persaudaraan Islam (FPI) se-DKI Jakarta hari Kamis 10 Muharram 1448 H / 25 Juni 2026 yang dimulai pukul 14.00 WIB, berlangsung dengan sukses dan berkah.
Kegiatan ini dihadiri oleh mutawali Makam Keramat Luar Batang Habib Hussein bin Abubakar Alaydrus yaitu Habib Hussein bin Hasan Alaydrus, beserta para pengurus makam lainnya.
Imam Besar Habib Rizieq Syihab turut menghadiri acara ini bersama para pengurus DPD FPI DKI termasuk Habib Hamid bin Abdullah Alkaff, Habib Zein bin Umar Alatas, Ketua Umum DPP FPI Habib Muhammad bin Hussein Alatas, KH Fakhrurrazi Banten, Habib Zaky Alaydrus, Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas dan para menantu Habib Rizieq lainnya, pengurus DPP FPI, para Ulama, Habaib, tokoh dan puluhan ribu jamaah.
Acara dimulai dengan berziarah dan tahlil di makam Habib Hussein bin Abubakar Alaydrus. Kemudian Sholat Ashar berjamaah.Setelah itu pembacaan sholawat, dzikir dan lainnya.
Dalam sambutannya, Habib Hussein bin Hasan Alaydrus selaku mutawali mengucapkan terima kasih kepada Habib Rizieq, Habib Hamid Alkaff, ulama, habaib dan para peziarah yang menghadiri ziarah asyuro hari ini.
Habib Hasan menyatakan penting mengingat kesyahidan Imam Hussein cucu kesayangan Rasulullah SAW dan agar dijadikan momentum perjuangan untuk ahlussunnah wal jama'ah.
Sambutan berikutnya, Ustadz Hasan Basri dari DKM Masjid Keramat Luar Batang mengucapkan terima kasih kepada yang menghadiri ziarah dan peringatan hari asyuro di masjid Keramat Luar Batang.
Imam Daerah DPD FPI DKI Jakarta, Habib Hamid bin Abdullah Alkaff dalam sambutannya mengajak terus mendukung perjuangan Imam Besar Habib Rizieq Syihab dalam menegakkan amar ma'ruf nahi munkar.
Selanjutnya Habib Zaky Alaydrus Imam Daerah DPD FPI Jawa Barat menyampaikan penting untuk mengikuti thoriqogh salaf yaitu sadah alawiyin dan mengerjakan amaliyah-amaliyah aswaja, jangan seperti yang dikerjakan aliran Syi'ah yang melukai diri sendiri pada peringatan hari asyuro.
"Jangan kita menyimpang dari ajaran datuk-datuk kita", ujar Habib Zaky.
Beliau juga mengajak untuk mengambil suri tauladan dari perjuangan dan keberanian Sayyidina Hussein yang syahid dibunuh Yazid dan gerombolannya.
Ketua Umum DPP FPI, Habib Muhammad bib Hussein Alatas mengucapkan terima kasih pada hadirin acara ini.
Kegiatan Asyuro dan kecintaan pada ahlul bait adalah ciri aswaja dan kegiatan ini juga edukasi bagi masyarakat melakukan hal yang benar dalam memperingati asyuro, bukan dengan meratap, melukai diri dan sejenisnya, ujarnya.
Habib Muhammad mengajak untuk meneruskan semangat perjuangan Imam Hussein, dan mengajak para hadirin dan umat Islam untuk terus menjaga Indonesia.
Pukul 16.50 WIB, dilakukan pembacaan Manaqib Sayyidina Al-Hussein RA karya Habib Rizieq, yang dipimpin oleh Ustadz Kembar Adi dan Alwi bersama team hadroh.
Pukul 17.00 WIB, acara yang ditunggu-tunggu yaitu ceramah Imam Besar Habib Rizieq Syihab pun tiba.
Habib Rizieq mengawali sambutannya dengan mengucapkan apresiasi kepada FPI DKI Jakarta, DKM Masjid Keramat Luar Batang dan pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini.
Kemudian Habib Rizieq menjelaskan satu per satu kalimat dalam Manaqib Sayyiduna Hussein yang beliau susun.
Antara lain khulafaur rasyidin yang sesungguhnya atau "khilafah rasyidah" ada lima, yaitu termasuk Sayyidina Hasan RA. Ini juga sekaligus menggenapi nubuwah Nabi Muhammad SAW bahwa kekhalifahan awal berlangsung selama 30 tahun.
Habib Rizieq menegaskan jumhur ulama ahlussunnah wal jama'ah memperbolehkan melaknat Yazid bin Muawiyah, pembunuh Sayyidina Hussein beserta 72 keluarga dan l
Pengikutnya.
Nama-nama para ahlul bait yang syahid "Abubakar, Umar, dan Utsman", ini membuktikan hubungan para ahlul bait dengan sahabat nabi saat itu sangat erat.
"Salah satu thoriqoh ahlul bait adalah jangan menjilat penguasa!", tegas Habib Rizieq.
Sayyidina Hussein berdakwah, berhisbah dan berjihad, mengikuti jejak kakeknya, Rasulullah SAW.
Habib Rizieq menegaskan semua ahlul bait wajib melakukan dakwah, hisbah dan jihad, semampu kemampuan masing-masing.
Beliau menyampaikan, dalam memperingati tragedi asyuro, umat Islam boleh menangis, seperti yang dilakukan Imam Ali Zainal Abidin, putra Sayyidina Hussein yang menyaksikan langsung pembantain tersebut. Yang diharamkam dalam mengenang peristiwa asyuro adalah meratap dan melukai diri.
Habib Rizieq juga menyebutkan nama-nama yang terlibat dan bertanggung jawab pada tragedi asyuro, dan ternyata orang-orang zolim tersebut diazab oleh Allah SWT dengan kematian-kematian yang hina dan tragis.
Selengkapnya silakan saksikan liputan IBTV:
🔴 LIVE ZIARAH ASYURO | KAMIS 10 MUHARRAM 1448 H / 25 JUNI 2026 DI MASJID KERAMAT LUAR BATANG
Klik :
https://www.youtube.com/live/sQ6sC6ESW5I?si=6vDSyfyqGxpcNvzt





